10 Fakta Ibu Kota Indonesia, Jakarta

10 Fakta Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Jakarta bukan hanya sekedar ibu kota bagi Indonesia, namun juga sebagai kota yang menjadi pusat / jantung harapan bagi sebagian besar masyarakat. Dari kota yang dipenuhi populasi lebih dari 10 juta jiwa, melebihi Tokyo dan Singapura ini tentu memiliki banyak fakta-fakta yang belum kamu ketahui sebelumnya. Berikut beberapa fakta-fakta tentang Jakarta:

1. Lambang Jakarta

Lambang Jakarta dibuat oleh Gubernur Jakarta ke-6 yang merupakan seorang seniman, bernama Bapak Henk Ngantung. Sebelum menjadi Gubernur Jakarta, Henk Ngantung yang bernama asli Hendrik Hermanus Joel Ngantung dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal.

2. Maskot Jakarta

Masih banyak orang yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas. Padahal, faktanya adalah Elang Bondol dan Salak Condet. Maskot ini diresmikan pada tahun 1989. Dahulu, Jakarta masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang. Karena kesejukannya, elang bondol sering terlihat di langit Jakarta. Sedangkan salak condet merupakan buah asli dari Jakarta yang tumbuh di kawasan Condet. Buat kamu yang mungkin belum pernah melihat patung maskot Jakarta, kamu bisa coba datang ke kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

3. 13 Kali Ganti Nama

Sebelum mendapatkan nama “Jakarta” seperti saat ini, sejarah namanya cukup panjang loh, dengan pergantian nama hingga 13 kali. Dulu, Jakarta hanya sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta. Lalu, pemerintahan Belanda menduduki Jayakarta dan berganti nama menjadi Sta Batavia, yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.

Pada tahun 1942, pendudukan Jepang membuat nama Batavia diubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu setelah Jepang menyerah kepada sekutu, namanya menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

Tidak berapa lama setelahnya, keseluruhan kota diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Dan, pada 24 Maret 1950 diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta. Pada 18 Januari 1985 bernama Kota Praja Djakarta Raya.

Hingga pada 1961 terbentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.

4. Kota dengan Status Provinsi

Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi dengan 70% peputaran uang Indonesia terjadi di kota ini. Sebanyak 13 persen masyarakat Jakarta berpenghasilan di atas 1.000 dollar AS per bulan. Fakta ini sejajar dengan masyarakat Singapura, Shanghai, Kuala Lumpur, dan Mumbai.

5. Pasar Tanah Abang di Jakarta adalah salah satu pasar grosir terbesar di dunia

Pasar grosir terbesar ini selalu memiliki isu kemacetan di sekitarnya. Kemacetan disebabkan parkir liar di badan jalan, pedagang kaki lima, dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Upaya pemerintah provinsi untuk menertibkan pedagang dan mengatur lalu lintas hingga sekarang masih belum membuahkan hasil. Meskipun begitu, pasar ini tetap saja ramai dan tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat Jakarta saja, tapi luar Jakarta bahkan hingga para turis dari luar negeri loh.

 6. Stasiun Kereta Api Terbesar se-ASEAN

Stasiun Jakarta Kota (Beos) sempat menjadi stasiun terbesar se-ASEAN dengan 580 kereta api yang bolak-balik setiap harinya. Stasiun ini juga menjadi salah satu landmark sejarah Jakarta karena dibangun sejak zaman kolonia Belanda. Stasiun ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993.

7. Kota dengan gedung pencakar langit terbanyak

Banyaknya gedung pencakar langit di Jakarta disebabkan karena terbatasnya lahan di Jakarta. Tidak hanya berfungsi sebagai perkantoran, namun juga apartemen, hingga pusat perbelanjaan. Faktanya, dari 40 kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia, Jakarta menduduki posisi ke-17.

8. Lalu Lintas Terpadat

Jakarta menempati posisi pertama sebagai kota dengan lalu lintas terpadat di antara 77 kota di dunia. Salah satu terobosan baru untuk mengakomodir mobilisasi di Jakarta ialah dengan hadirnya kendaraan online.

9. Kota Terpadat Penduduk di Indonesia

Jumlah penduduk Jakarta sudah melebihi 10 juta jiwa dengan luas wilayah : 664.01 km2. Hal ini membuat Jakarta sebagai kota terpadat. Sebagai ibu kota Jakarta sejak dahulu selalu banyak mengundang orang daerah untuk mencoba peruntungan ke ibu kota. Hal ini seringkali terjadi ketika pasca hari Raya lebaran. Jumlah orang yang datang ke Jakarta selalu lebih besar daripada pemudik sebelum hari raya.

10. Museum terbanyak

Kalau kamu berpikir Jakarta kaya akan pusat perbelanjaan (mall), Jakarta pun memiliki museum terbanyak loh dengan 47 museum tersebar di seluruh penjuru kota.