5 Fenomena Unik Menyusui Dunia

5 Fenomena Unik Menyusui Dunia. Menyusui merupakan bagian dari insting primal manusia setelah melahirkan. Di mana air susu ibu normalnya akan keluar setelah melahirkan. Meskipun tidak semua ibu melahirkan mampu menyusui, di beberapa tempat terdapat hal-hal unik tentang menyusui.

1. Mongolia

Terletak di benua Asia, Mongolia berbatasan dengan Rusia dan Tiongkok. Mongolia merupakan negara yang memiliki tradisi menyusui sangat maju, untuk ukuran negara berkembang.

Tradisi menyusui di Mongolia meyakini ASI adalah nutrisi terbaik bagi anak. Sehingga 65% ibu di sana masih menyusui anaknya pada usia 2 tahun. Bahkan, ibu yang menyusui hingga anaknya memasuki usia kanak-kanak adalah hal yang dianggap wajar. Selain itu, ibu yang menyusui di tempat umum akan mendapatkan pujian. Dari nenek-nenek, hingga supir taksi memberi dukungan penuh pada ibu menyusui di tempat publik.

Tak jarang juga, ibu menyusui memberikan segelas ASI pada suaminya. ASI dibagikan dengan bebas, bahkan di luar keluarga inti. Beberapa ibu menukar ASI untuk kebutuhan rumah tangga seperti roti dan telur.

2. Republik Kongo

Suku Aka adalah orang-orang kerdil nomaden dari negara Republik Kongo yang terletak di Afrika Tengah. Dengan total populasi 20.000 orang, suku ini memiliki kesetraan gender lebih besar dibanding budaya di negara lain.

Menurut seorang profesor antropologi bernama Barry Hewlett yang pernah menjalani hidup bersama suku tersebut, peran wanita dan pria di suku ini bisa ditukar karena kedekatan anak-anaknya dengan para ayah.

Selama penelitiannya, Prof. Hewlett memperhatikan, pria suku Aka ‘menyusui’ bayi mereka untuk memberikan kenyamanan pada sang anak. Meski pria tidak bisa mengeluarkan ASI, namun mereka dengan senang hati menggunakan putingnya untuk menenangkan si anak.

3. India

Kurangnya pengetahuan dan kebijakan pemerintah tentang menyusui membuat praktek menyusui di negara dengan icon Taj Mahal ini tidak menjadi prioritas. Salah satu kelompok yang mendukung praktek menyusui adalah Bishnoi.

Bishnoi merupakan kelompok religius yang hidup di Gurun Pasir Thar di India Barat, juga negara bagian utara India. Mereka mengikuti filsafat praan daya, yang berarti kasih sayang untuk semua mahluk hidup.

Sebagai bukti kecintaan terhadap mahluk hidup, ibu menyusui di suku Bishnoi diketahui menyusui rusa. Anak rusa yang ditinggal mati induknya atau terluka, seringkali dibawa pulang untuk disusui oleh ibu hingga sehat kembali. Para wanita suku Bishnoi meyakini bahwa merawat anak hewan adalah tanggung jawabnya, sama seperti tanggung jawab kepada anak sendiri.

4. Jepang

Tradisi menyusui kuno di Jepang tetap dipraktekkan hingga sekarang, contohnya adalah pijat payudara yang disebut Metode Oketani. Pijat ini berfungsing untuk merangsang produksi ASI, mencegah dan menghilangkan saluran tersumbat, bahkan mengatasi produksi ASI berlebih.

Oketani dirancang sebagai metode memompa ASI dengan tangan. Hampir 300 bidan okteani terlatih melakukan praktek di Jepang saat ini, sehingga pijat payudara adalah hal yang umum dilakukan.

Penemu metode Oketani juga merancang cara unik untuk menyapih (menghentikan proses menyusui) anak yaitu dengan menggambar wajah terang di setiap payudara untuk membuat anak enggan menyusu karena takut melihat wajah hewan yang tergambar di payudara.

5. Brazil

Di barat laut negara bagian Maranhao, Brazil terdapat suku Awá atau Guajá. Mereka adalah salah satu suku pedalaman nomaden di daerah Timur bagian Hutan Hujan Amazon. Hubungan suku ini dengan alam begitu kuat. Bahkan perempuan lokal asli di sana tidak canggung menyusui bayi-bayi hewan liar bersamaan dengan bayi mereka sendiri.

Kalau di Indonesia sendiri ada yang aneh-aneh ga yah fenomenanya?