5 Negara Ini Menerapkan Aturan Tegas Bagi Perokok.

5 Negara Ini Menerapkan Aturan Tegas Bagi Perokok. Semua orang tanpa terkecuali tentu tahu apa dampaknya merokok. Namun hingga saat ini masih banyak orang-orang yang tetap merokok. Salah satu upaya untuk menghentikan aktivitas yang tidak hanya membahyakan penggunanya tapi juga orang di sekitarnya ialah dengan tindakan tegas dari pemerintah. Berikut ini adalah negara-negara yang sudah memberikan kebijakan tegas terkait dengan larangan merokok.

1. Irlandia

Irlandia adalah negara yang kebanyakan masyarakatnya menjadi perokok pasif. Khawatir akan bahaya yang mengintai para perokok pasif, Irlandia membuat kebijakan yang isinya melarang semua orang merokok di tempat kerja. Kebijakan yang mulai aktif diterapkan sejak 2004 tersebut membuat Irlandia jadi negara pertama di dunia yang melarang rokok di kantor. Setelah kebijakan tersebut dinilai efektif, banyak negara lain yang kemudian menirunya. Dari sana kebijakan larangan rokok mulai dikembangkan. Mulai dari larangan merokok di sekolah, tempat umum hingga restoran sekarang sudah banyak diterapkan.

2. China

Di China,iklan rokok dilarang untuk ditayangkan. Angka perokok yang terus naik membuat pemerintah China tidak bisa tinggal diam. Guna mengurangi angka perokok muda, China melarang segala jenis iklan yang memuat konten rokok baik itu di media massa, tempat umum, alat transportasi bahkan seluruh tempat terbuka. Kadar polutan di China sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan China disebut sebagai negara dengan jumlah kadar polusi tertinggi di dunia. Oleh karena itu pemerintah di sana merasa penting untuk mengurangi atau memotong rantai polusi di level individu, yang salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah perokok. Kebijakan ini sudah dimulai sejak tahun 2015.

3. Rusia

Rusia menjadi salah satu negara yang paling keras dalam memerangi konsumsi rokok di negaranya. Keseriusan Rusia dalam memerangi rokok telah ditunjukkan dengan rangkaian kebijakan dan kampanye anti-rokok sejak dekade terakhir. Efeknya sangat nyata. Jumlah perokok Rusia pada tahun 2016 turun 10%. Jumlah penurunan terbesar dari semua negara sepanjang 2016 silam.

Meskipun begitu, Rusia masih tidak merasa puas. Muncul sebuah wacana untuk melarang siapapun yang lahir setelah tahun 2015 untuk membeli rokok atau menghisap rokok, sedang dipersiapkan oleh pemerintah Rusia. Meski belum diloloskan oleh parlemen, namun adanya wacana tersebut adalah bukti nyata komitmen Rusia untuk menghentikan generasi perokok.

4. Turki

Turki melakukan pencegahannya dengan menaikkan harga rokok secara drastis. Hasilnya, banyak para perokok yang sudah berhenti. Ketika tahun 2007 Turki menghadapi masalah di mana hampir separuh warganya yang berusia 15 – 49 adalah perokok aktif. Namun, sekarang Turki sedikit bisa bernafas lega semenjak menaikkan harga rokok hingga 45% diberlakukan sejak tahun 2008 hingga 2012 lalu, efeknya angka perokok turun hingga 15%.

5. Kanada

Cara Kanada tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, di mana Kanada memberikan gambaran-gambaran yang tidak enak dipandang pada tiap kemasan rokoknya. Bedanya, gambar-gambarnya lebih ekstrim.

Jika kamu perokok aktif dan pergi ke Kanada, setelah pulang dari sana 50% probabilitasnya kamu akan berniat berhenti merokok. Pasalnya, gambar di kemasan rokok di Kanada benar-benar menampilkan gambar orang yang menderita penyakit-penyakit akibat rokok.

Kebijakan yang perlahan diterapkan sejak tahun 2000 ini ternyata berdampak cukup besar loh membuat para perokok di sana berhenti karena ketakutan mereka.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan untuk meminimalisir para perokok mulai dari pembatasan umur pembeli rokok, menaikkan cukai hingga menyematkan gambar menyeramkan di bungkus rokoknya. Namun jumlah perokok di Indonesia belum berkurang secara signifikan. Melihat fakta di lapangan ini, ada wacana lain dari pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok. Usulan soal kenaikan harga cukai rokok 100% dan pelarangan iklan rokok mulai dipikirkan oleh pemerintah. Seandainya kebijakan tersebut disahkan, mungkin di masa depan jumlah perokok Indonesia akan jauh berkurang. Tapi apakah itu membantu menyadarkanmu untuk berhenti merokok?