5 Tradisi Mengerikan di Dunia

5 Tradisi Mengerikan di Dunia. Tradisi merupakan sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian hidup dari kehidupan kelompok masyarakat tertentu. Di jaman sekarang, sebagian besar tradisi ini dianggap bagian dari sejarah. Sebagian besar memang sudah tidak lagi menjalankan tradisi. Namun masih ada juga yang tetap menjalani tradisi-tradisi tersebut.

1. Seppuku Atau Harakiri – Jepang

Harakiri adalah salah satu tradisi kebanggan orang Jepang, yang berasal dari kata “hara” berarti perut dan “kiru” berarti memotong. Harakiri dikenal juga dengan istilah “seppuku”. Tradisi harakiri ini dilakukan oleh prajurit berkelas dari kalangan samurai sebagai bukti kesetiaan.

Bunuh diri yang dilakukan Samurai ini sangat menyiksa, sebab pelaku harus merobek dan mengeluarkan isi perutnya. Ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh Samurai apabila mau melaksanakan harakiri. Dia harus mandi, memakai jubah putih, dan memakan makanan favorit.

Pelaku harakiri akan ditemani dengan orang yang disebut “kaishakunin”, yang dia pilih sendiri. Kaishakunin ini bertugas membuka kimononya dan mengambilkan pisau yang akan digunakannya.

Apabila pelaku harakiri menjerit atau menangis kesakitan disaat dia menusuk dan mengeluarkan isi perutnya, hal itu dianggap sesuatu yang memalukan bagi seorang Samurai. Sebab itu Kaishaku akan bertugas mempercepat kematian dan mengurangi penderitaan itu, dengan cara memenggal kepala si pelaku.

2. Kebiri – China

“Kasin” yang disebut juga “Eunuchs” adalah seorang pria yang kehilangan alat kelamin karena dipotong dengan sengaja atau sebab lainnya. Catatan sejarah pertama kali tentang pengebirian dengan sengaja, bertujuan untuk menghasilkan seorang kasim awalnya berada di kota Lagash, Sumeria pada abad ke-21 Sebelum masehi.

Sejak itu, selama beribu-ribu tahun banyak kasim bekerja di berbagai kebudayaan seperti pelayan istana atau pelayan rumah tangga, penyanyi, petugas-petugas keagamaan khusus, petinggi pemerintah, komandan militer, dan pengawal kaum wanita maupun pelayan di rumah harem.

Di china kuno, pengebirian adalah salah satu bentuk hukuman tradisional dan sebagai media untuk memperoleh jabatan di kalangan istana kekaisaran china waktu itu. Pada akhir Dinasti Ming ada 70.000 orang kasim di Istana kaisar.

Karena banyak kasim tertentu yang berhasil memperoleh kekuasaan yang begitu besar melampaui kekuasaan perdana menteri, hingga akhir pengebirian diri sendiri harus dibatasi. Jumlah orang kasim yang jadi Petugas Istana Kaisar akhirnya menurun hingga 470 orang pada tahun 1912.

Di saat mereka tak lagi dipekerjakan, beberapa orang kasim diberikan jabatan-jabatan petugas negara yang tinggi dengan alasan bahwa mereka tidak bisa memiliki anak dan tidak dapat tergoda untuk merebut kekuasaan.

3. Sunat – Australia

Tradisi terpenting dari suku Mardudjara Aborigin di Australia ini mungkin saja dapat dibilang cukup mengerikan, mereka melakukan sunat barbar pada organ intim para laki-laki muda di sana, di mana organ intim laki laki itu di potong memanjang ke arah bawah hingga bagian scrotum.

Dalam ritual sunat ini sang pemuda ditelentangkan di dekat api unggun, setelah itu dada si pemuda tersebut diduduki oleh kepala suku dengan menghadap ke arah kemaluan si pemuda tersebut. Setelah Itu kulit kemaluannya di potong dengan memakai pisau yang telah dijampi-jampi

Namun proses ritual tidak berakhir sampai di sini. Setelah proses pemotongan tersebut selesai si kepala suku memerintahkan si pemuda untuk membuka mulut dan selanjutnya si pemuda diharuskan menelan kulit kemaluannya sendiri tanpa harus dikunyah.

4. Sati – India

“Sati” merupakan istilah untuk membakar diri hidup-hidup di India. Hal ini dianggap sebagai lambang dari kesetian sekaligus untuk menunjukkan kepemilikan pria atas wanita. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh wanita yang kastanya tinggi dan dipercaya cuma wanita pilihan yang akan melakukannya.

Tradisi ini dipercaya sebagai alternatif yang lebih baik di saat seorang istri ditinggal mati suaminya. Daripada mereka mengalami penyiksaan dari saudara-saudara ipar yang akan menyalahkan wanita tersebut sebagai penyebab kematian suami, lebih baik wanita tersebut melakukan Sati.

Tidak hanya berlaku untuk istri, namun juga berlaku bagi istri simpanan, ipar dan bahkan seorang ibu, untuk mengorbankan diri mereka di api pembakaran jenazah pria yang memilikinya. Menurut ajaran Hindu di India, pelaku Sati diagungkan sebagai pahlawan.

5. Pemakaman Langit – Tibet

Tibet merupakan kawasan di Asia Tengah yang dihuni oleh suku asli Tibet. Dengan ketinggian 4,900 meter (16,000 kaki) di atas permukaan air laut, Tibet merupakan daratan yang tertinggi di Bumi yang sering disebut :Bumbung Dunia.”

Oleh karena tidak ada tanah untuk kuburan yang disebabkan kondisi geografi tanah tempat tinggal mereka terletak di atas gunung, di mana tidak ada tanah yang lembut dan hampir semuanya adalah batuan keras. Maka jika ada yang meninggal, mereka akan memberikan si mayat untuk dimakan oleh burung bangkai.

Selain itu, dengan cara ini mereka percaya bahwa roh si mayat akan kekal di gunung. Biasanya tubuh si mayat akan dipotong dan dihancurkan untuk memudahkan burung tersebut mempercepatkan proses memakannya. Mereka juga tidak mau burung tersebut mengambil anggota tubuh yang masih sempurna seperti kepala, tangan dll.