7 Fakta Lambang Garuda

7 Fakta lambang Garuda. Siapa yang tidak kenal dengan lambang negara dan pancasila di Indonesia ini? Tidak hanya menjadi simbol bhinneka tunggal ika (beraneka ragam namun tetap satu), garuda pun memiliki beberapa fakta yang mungkin belum pernah kamu ketahui sebelumnya. Berikut fakta-faktanya:

 1. Perancang Pertama Kali ialah Sultan Hamid II

Siapa sih sebenarnya orang dibalik lambang ini? Setelah Panitia Lencana Negara mengadakan voting rancangan Lambang Negara, terpilih dua usulan pertama yaitu dari M. Yamin dan Sultan Hamid II. Setelah melangsungkan beberapa kali musyawarah, akhirnya desain usulan Sultan Hamid II lah yang terpilih.

Rancangan gambar burung garuda yang berkalungkan perisai dengan beberapa gambar pada bagian tengahnya tersebut kemudian diperbarui dan ditetapkan sebagai lambang negara resmi oleh Presiden Soekarno melalui Sidang Kabinet RI pada tanggal 11 Februari 1950 dan penggunaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah No 43/1958.

2. Burung Asli Garuda Menyerupai Seperti Elang Jawa

Elang Jawa disebut sebagai rupa asli Burung Garuda. Bukan hanya bentuk fisik dengan sayap cokelat keemasan yang sama, Elang Jawa juga mempunyai jambul yang tidak dimiliki oleh unggas lainnya dan digambarkan dengan sempurna dalam Burung Garuda. Walaupun digunakan sebagai simbol Negara, faktanya eksistensi Elang Jawa yang dibilang 99% mirip dengan Garuda sudah hampir punah, bahkan di daerah asal mereka, yaitu di Jawa. Faktanya, walaupun banyak penelitian yang menunjukan bahwa Elang Jawa memiliki kemiripan hampir 99%, beberapa penelitian lain mengatakan bahwa kedua jenis burung ini sangatlah berbeda dan sampai saat ini, eksistensi dari Burung Garuda masih menjadi sebuah perdebatan.

3. Garuda adalah Hewan Mitologi

Burung garuda merupakan mitologi yang ada di dalam Agama Hindu dan Buddha. Nama garuda sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu Garula. Burung Garuda adalah burung gagah berani yang menjadi tunggangan Dewa Wisnu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah keemasan, bertubuh seperti manusia yang memiliki tangan dan kaki dan berukuran sangat besar. Bagi masyarakat Jawa dan Bali, burung Garuda sangat familiar dan bisa ditemui dalam candi-candi ataupun situs purbakala.

Dalam berbagai kisah, burung Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan dan disiplin. Burung Garuda juga memiliki sifat Wisnu sebagai pemelihara dan penjaga alam semesta. Burung Garuda dipilih sebagai lambang negara Indonesia untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kokoh dan kuat.

4. Soekarno Merevisi Lambang Garuda

Pada 1950 Soekarno mengganti burung Garuda yang sudah disepakati dengan menambahkan jambul. Awalnya burung ini tak berjambul, namun dianggap mirip lambang Amerika Serikat, Elang Botak (Bald Eagle). Oleh karena itu, Bung Karno-lah yang menyempurnakan Burung Garuda menjadi berjambul, dengan kaki yang mencengkeram berada di depan pita.

 

5. Garuda sebagai Kendaraan Dewa Wisnu

Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu, satu dari tiga dewa utama dalam agama Hindu. Sama seperti tugas sang dewa, Garuda juga memelihara dan mengawal alam semesta.

6. Garuda sebagai Lambang Kerajaan Samudra Pasai, Aceh

Garuda disebut-sebut menyerupai lambang kerajaan Samudra Pasai.

7. Garuda sebagai Lambang Negara Thailand

Thailand juga menggunakan Garuda sebagai lambang negaranya. Tapi bentuknya jelas berbeda dengan Garuda di Indonesia dengan sebutan Krut Pha, Garuda menatap ke depan dan memiliki tangan dan tubuh manusia. Lambang yang disebut sebagai Krut Pha ini, menjadi lambang negara sekaligus lambang raja. Bukan hanya itu, patung Krut Pha juga melambangkan resmi raja untuk setiap perusahaan, yayasan, badan hukum, organisasi, kebudayaan, dan kenegaraan yang terikat kontrak secara sah dengan Kerajaan Thailand.