Asal Mula Guling Dari Warisan Penjajah

Asal mula guling dari warisan penjajah. Teman setia bagi mayoritas masyarakat Indonesia di kasur ialah bantal dan guling. Namun apakah kamu menyadari terkadang ketika kamu berpergian ke luar negeri kamu mungkin akan sulit menemukan guling? Apakah guling hanya ada di Indonesia? Dari manakah asal-usulnya? Ternyata guling merupakan warisan dari bangsa yang pernah menajajah Indonesia selama 3,5 abad, Belanda.

 

 

Hal ini berasal ketika Belanda datang ke Indonesia dan memiliki ide untuk membuat guling. Tujuannya ialah agar mereka tidak merasa kesepian. Kalau mereka menyewa gundik (sebutan untuk perempuan penghibur pada masa itu), artinya mereka harus mengeluarkan uang ekstra. Guna meminimalisir pengeluaran, terciptalah ide untuk mencari “pengganti” wanita pada saat itu, yaitu guling.

Lalu ketika tentara Inggris yang merupakan bagian dari tentara sekutu menguasai Indonesia, Thomas Stanford Raffles yang menjadi gubernur Jenderal Inggris pada saat itu menamakan guling dengan istilah Dutch’s Wife. Sebenarnya, sebutan tersebut merupakan bentuk ejekan kepada tentara Belanda yang memang sangat dibenci oleh tentara Inggris.

Guling yang kita kenal saat ini memang lahir dari kebudayaan Indis atau Hindia Belanda pada sekitar abad 18 hingga 19. Munculnya guling ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Eropa, Indonesia, dan China yang memang sering terjadi pada kaum Indis pada masa itu. Kebiasaan itu pada awalnya merupakan hal yang dilakukan oleh kaum kelas atas namun akhirnya menyebar dan banyak dilakukan oleh masyarakat umum.

Bentuk guling yang memanjang sebenarnya berasal dari guling yang sudah ada pada beberapa budaya Asia timur. Di China benda ini disebut sebagai zhufuren, di Korea benda ini dinamai jukbuin, dan di Jepang dikenal istilah chikufujin. Semuanya mengacu pada guling dengan bentuk memanjang hanya saja terbuat dari bambu.

Masuknya budaya China ke wilayah Nusantara dan kemudian munculnya penjajahan telah membuat guling yang sebelumnya tidak begitu terkenal menjadi banyak digunakan oleh orang Belanda hingga akhirnya ditiru banyak orang. Saat ini guling adalah teman tidur paling populer bagi banyak orang di Indonesia sebagai pendamping bantal.

Fakta lain mengatakan bahwa ternyata tidur memakai guling, mampu melancarkan peredaran darah sampai bisa merenggangkan otot-otot leher yang tegang bila dipakai di bawah leher. Tidur miring dengan memeluk guling juga bisa meluruskan tulang punggung sehingga kamu punya postur tubuh yang tegak. Dan yang jelas, tidur dengan guling punya efek psikologis yang membuat tidurmu lebih nyenyak dan berkualitas. Jadi, ga salah dong yah kalau ga bisa tidur tanpa guling!