Asal Usul Jersey Sepak Bola

Asal Usul Jersey Sepak Bola. Bagi pecinta olahraga, khususnya sepak bola tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “Jersey”. Jersey merupakan jenis kain yang biasa dipakai sebagai seragam sepak bola. Tahukah kamu bahwa kain Jersey sendiri berasal dari pulau yang bernama Jersey. Jersey adalah sebuah dependensi mahkota Britania Raya yang berstatus bailiwick (semacam daerah kekuasaan) di lepas pesisir Normandia, Perancis. Selain Pulau Jersey, bailiwick ini juga terdiri dari pulau tidak berpenghuni Minquiers dan Ecrehous. Jersey, bersama dengan Bailiwick Guernsey, membentuk Kepulauan Channel.

Pulau Jersey sendiri terkenal dengan penghasil sapi yang memiliki kadar lemak susu tertinggi, Nah karena kain Jersey sudah terkenal sebagai bahan dari kaos bola, jadi pulau jersey jadi semakin terkenal.

 

Jersey sendiri memiliki nilai historis yang menandai perjalanan satu klub sepakbola. Kemunculan jersey sendiri memiliki sejarah panjang loh. Pada akhir abad ke-18 ketika sepak bola mulai populer di Inggris–negara yang dikenal sebagai negara asal olahraga itu– belum ada aturan mengenai jersey. Semua pemain berhak memakai pakaian yang mereka suka. Aturan itu baru keluar pada 1891, ketika otoritas sepak bola Inggris (FA) memutuskan klub-klub wajib memakai pakaian yang seragam.

Sejak saat itu hingga sekarang inovasi jersey terus berubah. Dari mulai bahan, hingga model. Pada masa awal seragam diberlakukan, FA mendata warna dasar dari seragam setiap klub. Pada masa tersebut jersey lebih berat karena berasal dari bahan wol dan berlengan panjang. Celana yang digunakan pun panjang.

Aturan jersey kandang-tandang baru muncul pada 1920an ketika tim tuan rumah dan tamu memiliki warna dasar yang sama. Bentuk Jersey sejak akhir abad ke-19 mengalami banyak inovasi. Dari yang serba besar dan tertutup pada masa awal, serba mini pada era 1960an hingga 1990an awal.

Dasawarsa 1990an tren jersey kembali lagi ke bentuk longgar atau terlalu besar. Pemain-pemain seperti Roberto Baggio, Frank de Boer, dan lain-lain pada masa itu mengenakan jersey yang terlihat lebih lebar dibandingkan era sebelumnya yang mini. Teknologi inovasi busana kemudian kembali berubah ketika memasuki milenium baru.

Di awal milenium ketiga, Kappa mendobrak tren jersey dengan menerbitkan seri kombat yang digunakan timnas Italia di ajang Piala Eropa 2000. Setelah itu hingga saat ini, jersey-jersey sepak bola umumnya sudah menjadi slim-fit. Jersey itu lebih menempel ke tubuh pemain untuk memudahkan pergerakan dan meminimalisasi pemain lawan menarik baju. Sejak saat itu, teknologi minimalis terus menempel pada jersey-jersey klub sepak bola maupun tim nasional.

Selain itu sistem distribusi ventilasi angin pun mulai diterapkan lewat panel berongga pada kain jersey. Bukan hanya bentuk dan bahan saja yang mengalami inovasi. ornamen-ornamen dari jersey pun mengalami perubahan-perubahan. Pada era 1990an, penggemar sepak bola akrab dengan jersey yang memiliki kerah, kancing hingga bagian atas dada.

Kemudian jersey-jersey berlengan panjang yang dipakai pada musim dingin pun mudah ditemukan. Pada akhir 2000an, tren jersey berkerah, berkancing, dan jersey lengan panjang itu mulai meredup. Untuk mengatasi rendahnya temperatur di musim dingin, produsen jersey sudah menyediakan dalaman yang menempel ke tubuh untuk meminimalisasi pemain merasa kedingininan. Jersey yang digunakan pun sudah amat jarang yang berlengan panjang akibat adanya penemuan tersebut.

Kemajuan teknologi selama puluhan tahun terakhir telah memungkinkan perkembangan besar pada jersey dalam cara mereka memproduksi dan mencetak jersey tersebut. Saat ini, jersey sepakbola dibuat dari bahan sintetis yang jauh lebih ringan, biasanya mesh polyester. Polyester berteknologi tinggi, seperti polyester wicking, menyerap sedikit air dan benar-benar menarik kelembaban dari tubuh, memungkinkan para pemain tetap dingin dan kering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *