Bagian Sejarah yang Terlupakan

Bagian sejarah yang terlupakan. Indonesia sudah beberapa kali berganti sistem pemerintahan. UUD 1945 telah berlaku di empat periode kepemerintahan, masa Kemerdekaan (1945-1959), era Demokrasi Terpimpin (1959-1966), masa Orde Baru (1966-1998) dan era Reformasi (1998-Sekarang).

Namun, bukan hanya pergantian sistem pemerintahan ternyata yang terjadi di Indonesia. Para pemimpin yang biasa dikenal dengan sebutan presiden pun telah beberapa kali berganti di Indonesia. Seberapa hafalkah kamu jika ditanya siapa saja presiden di Indonesia? Mungkin yang bisa kamu sebutkan presiden di Indonesia hanya Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo (yang menjabat hingga saat ini). Sebenarnya ada dua nama Presiden yang tidak banyak diketahui orang loh.

Dua orang presiden tersebut ialah Syafrudin Prawiranegara dan Mr. Asaat. Dua orang ini pernah menjabat sementara di era Soekarno. Syafrudin Prawiranegara yang lahir di Banten, 28 Februari 1911 merupakan pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua. Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI.

 

Syafrudin kembali memberikan pemerintahan kepada Soekarno pada 13 Juli 1949. Ini berarti masanya menjabat sebagai presiden selama kurang lebih delapan bulan untuk melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

Kemudian terpilihnya Mr. Assaat juga sama seperti yang dialami Syafrudin, terjadi gejolak di pemerintahan dan terjadinya kekosongan pemimpin lagi. Mr. Assaat diberikan mandat untuk memangku jabatan Presiden Republik Indonesia sementara pada masa pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta yang merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Mr. Assaat menjabat sebagai presiden sejak 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950.

Namun akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 RI dan RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya masa jabatan Assaat sebagai presiden RI sekitar sembilan bulan. Kursi kepemimpinan kemudian dikembalikan lagi kepada Ir. Soekarno.

Dua orang di atas mungkin namanya asing di telinga kita. Bahkan mungkin sebagian besar dari kita tidak pernah melihat gambar wajahnya. Namun, kita tetap berhutang budi terhadap keduanya karena pernah memimpin Indonesia di masa-masa genting.