Bahan Baku Tempe Ternyata Harus Diimpor Loh!

Bahan Baku Tempe Ternyata Harus Diimpor Loh! Bahan baku tempe ternyata harus diimpor loh! Siapa yang ga kenal makanan khas Indonesia satu ini? Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris (penduduk yang bermatapencaharian sebagai petani) tentunya memiliki produksi bahan pangan yang mencukupi. Namun semakin lama hal tersebut ternyata semakin bergeser. Untuk urusan bahan pangan yang menjadi tumpuan konsumsi penduduk pun bahkan saat ini sudah mulai didatangkan dari luar negeri.

Tempe yang menjadi makanan terkenal tidak hanya di Indonesia tapi bahkan juga telah mendunia ini memiliki bahan baku kedelai yang sebagian besar harus diimpor dari Amerika Serikat.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, setiap tahunnya Indonesia harus mengimpor kedelai sebanyak kurang lebih 2 ton untuk mencukupi kebutuhan akan bahan baku tempe tersebut akibat defisit produksi kedelai sebanyak 1,6 juta ton. Sejumlah 60% kedelai yang diimpor tersebut berasal dari Amerika Serikat. Sementara sisanya, diimpor dari negara Uruguay, Brazil dan Kanada.

Sebenarnya, Indonesia mampu menanam kedelai putih, yakni jenis kedelai yang digunakan untuk membuat tempe maupun tahu. Namun, produksinya belum memenuhi kebutuhan nasional. Di samping itu, kualitas kedelai impor ternyata jauh lebih bagus dibandingkan dengan kedelai hasil produksi dalam negeri. Ketergantungan akan bahan baku kedelai tersebut bukannya tanpa akibat. Beberapa tahun lalu, harga kedelai impor sempat naik 49% menjadi Rp. 8.200,- dibandingkan dengan harga sebelumnya yang hanya Rp.5.500,- per kilo. Akibatnya pengerajin tempe berhenti berproduksi dan keberadaan tempe makin jarang di pasaran.

Ketergantungan akan kedelai impor disiasati dengan pelaksanaan program “Upaya Khusus Pajale”, di mana kedelai menjadi salah satu komoditas yang dijadikan fokus utama. Program peningkatan produksi kedelai tersebut telah dimulai dari tahun 2015 dan akan berakhir tahun 2017 ini.

Ironis sekali yah ketika Indonesia dikenal sebagai negara asal tempe, namun kenyataannya belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Ya kita doakan saja semoga dengan adanya program dari Kementerian Pertanian tersebut, produksi kedelai nasional bisa meningkat, sehingga ketergatungan akan bahan baku impor bisa dikurangi dan kita sebagai orang Indonesia bisa lebih bangga mengakui tempe.