Benarkah Wifi Menyebabkan Kanker?

Benarkah Wifi Menyebabkan Kanker? Saat ini, WiFi (Wireless Fidelity) bukan lagi hal baru yang kita temui. Hampir semua perangkat elektronik menggunakan WiFi untuk terhubung dengan internet. Mulai dari smartphone, tablet, laptop, bahkan TV dan kulkas pintar juga sudah ada yang menggunakan WiFi. Tapi dibalik semua hal positif tentu ada negativenya. Penelitian baru mengungkapkan bahwa WiFi berpotensi menyebabkan kanker loh!

International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasi ponsel atau perangkat mobile lainnya yang berjalan pada spektrum frekuensi 850MHz, 900MHz, 1.800 MHz dan 1.900 MHz dapat menganggu kesehatan, khususnya memicu kanker. Sedangkan Wi-Fi sendiri berjalan pada frekuensi rendah 300MHz layaknya sebuah microwave.

Menurut World Health Organisation hingga saat ini belum bisa dibuktikan efek langsung terhadap kesehatan yang merugikan dari penggunaan sinyal ponsel. Selain itu, tentu belum bisa dibuktikan akan bahaya radiasi Wi-Fi yang berjalan pada frekuensi yang jauh lebih rendah.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Health Protection Agency yang beranggapan radiasi elektro magnetik dari Wi-Fi tergolong sangat kecil dan pemancarnya juga berkekuatan rendah sehingga tidak memiliki efek signifikan pada kesehatan seseorang. Selain itu diungkapkan bahwa radiasi ini lebih cepat dampaknya kepada anak-anak.

Salah satu studi kasus melibatkan seorang wanita muda 21 tahun yang menderita kanker payudara. Apa yang membuat hal ini unik adalah keluarganya tidak memiliki turunan untuk mengembangkan penyakit kanker payudara, namun kanker itu berkembang tepat di bagian di mana ia membawa ponselnya di balik bra-nya.

Efek lain dari Wi-Fi selain itu ialah mampu menyebabkan gangguan tidur. Paparan radiasi WiFi mampu menyebabkan insomnia alias penyakit susah tidur yang kronis. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat WiFi ternyata mampu mempengaruhi pola gelombang di dalam otak sehingga menjadi lebih sulit untuk tertidur pulas. Kesimpulan ini didapat dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 di Amerika.

Paparan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh WiFi juga mampu mempengaruhi gelombang otak kamu. Sehingga kepala kamu akan terasa berat dan pusing. Bahkan dapat berbahaya bagi kamu yang sering mengalami vertigo.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 30 orang sukarelawan pria dan wanita, ternyata aktivitas otak manusia dapat berkurang setelah terpapar radiasi WiFi sebesar 2,4 GHz. Pengurangan aktivitas dan energi otak ini paling besar terjadi pada wanita. Tapi kamu yang laki-laki jangan senang dulu, sebab paparan radiasi WiFi juga mempengaruhi otak laki-laki, walaupun efeknya tidak sebesar pada wanita.

Namun, efek-efek dari radiasi Wi-Fi ini memang masih menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menyatakan juga kalau radiasi elektromagnetik dari perangkat Wi-Fi yang digunakan sehari-hari tersebut aman. Satu-satunya efek samping radiasi elektromagnetik bagi kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah adalah naiknya suhu tubuh kira-kira sebesar satu derajat Celsius. Namun, hal ini pun hanya mungkin terjadi jika kamu berada dalam sebuah pabrik atau fasilitas industri yang beroperasi untuk memancarkan sinyal dalam frekuensi sangat tinggi. Semakin jauh dari sumber pemancar, semakin sedikit pula gelombang elektromagnetik yang kamu terima.

Selain itu, frekuensi yang dihasilkan radiasi Wi-Fi di kantor, rumah, atau di tempat-tempat umum sangatlah rendah. Saking rendahnya, radiasi tersebut tidak berdampak apa pun. Perlu diingat juga bahwa radiasi elektromagnetik dihasilkan oleh perangkat rumah tangga seperti oven, telepon tanpa kabel, bel rumah, serta telepon seluler. Para produsen alat-alat tersebut, termasuk produsen perangkat Wi-Fi tentunya telah memiliki standar khusus yang direkomendasikan para ahli dan tenaga medis dalam mengatur frekuensi dan tingkat radiasi yang aman bagi manusia.

Namun kalau memang ingin berhati-hati mungkin salah satu jalan keluarnya ialah dengan menggunakan LAN bila memungkin untuk mengakses internet dalam waktu yang cukup lama.