Dulunya, Remah Roti Digunakan Untuk Menghapus Tulisan

Dulunya, remah roti digunakan untuk menghapus tulisan. Kamu tentu tidak asing dong ketika mendengar kata “penghapus”. Langsung terlintas di pikiran kamu tentu benda kecil dari karet yang digunakan untuk menghapus tulisan yang menggunakan pensil misalnya. Ternyata, jaman dulu sebelum penghapus ditemukan, orang-orang menghapus tulisan pensil dan tinta menggunakan remah roti loh.

Tepung terigu dan air menjadi bahan dasar utama pembuatan roti, lalu bahan-bahan tersebut difermentasikan dengan ragi (meskipun ada juga yang tidak menggunakan ragi). Namun kemajuan teknologi manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu. Roti termasuk makanan pokok di banyak negara Barat.

Pada tahun 1770 Joseph Priestley menemukan vegetable gum (permen sayuran) yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan/menghapus coretan pensil. Masih di tahun yang sama tidak lama setelahnya, Edward Nairne, seorang insinyur Inggris menemukan  karet untuk menghapus.

Sebelum penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus. Naime berkata bahwa dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan ciri-ciri menghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet. Faktanya karet tersebut menjadi lunak dalam cuaca hangat, menjadi keras dalam kondisi dingin. Terlebih lagi, karet penghapus pertama memiliki bau yang tidak menyenangkan jika terus digunakan.

 

Tidak lama setelah itu seorang ilmuwan bernama Charles Goodyear menemukan proses ‘vulkanisasi’ pada tahun 1839. Ini merupakan proses inovatif yang memungkinkan karet menjadi elastis dan lebih tahan lama di alam.

Sejak saat itu, penghapus mulai dikembangkan jenisnya bahkan warnanya juga bermacam-macam saat ini seperti: penghapus karet, penghapus art gum, penghapus kneadeed, penghapus vinyl, hingga penghapus elektrik.