Etiopia, Negara Dengan 13 Bulan Dalam Setahun

Etiopia, Negara Dengan 13 Bulan Dalam Setahun. Jika biasanya di Indonesia dan negara lain, kalendar kita hanya sampai bulan 12, alias Desember, di salah satu negara di benua Afrika terdapat 13 bulan! Tepatnya di negara Etiopia kalian akan menemukan bahwa penduduknya menggunakan penghitungan kalender yang berbeda dari seluruh penduduk dunia. Kenapa bisa berbeda? Ini penjelasannya guys.

Di seluruh dunia, terkecuali Etiopia ya, negara-negara yang menganut sistem perkalenderan yang bernama Gregorian Calendar. Di sistem ini, kita akan memiliki 365 hari dalam setahun dan 366 hari dalam leap year, atau tahun kabisat. Sebenarnya, ada banyak jenis sistem kalender di dunia kalender Cina, kalender Ibrani, kalender Pawukon Bali, kalender Islam atau Hijriyah, dan kalender Persia. Namun, yang sistem yang diambil di negara Etiopia mirip dengan Coptic Calender.

Di sistem ini, jumlah bulan yang ada adalah 13, dengan perhitungan 12 bulan terdapat 30 hari di tiap-tiapnya dan penambahan satu bulan yang berisi setidaknya lima sampai enam hari yang disebut sebagai bulan kabisat. Jumlah hari di dalam bulan 13 ini tergantung apakah tahun tersebut tahun kabisat atau bukan. Tahun kabisat bagi sistem yang dianut Etiopia juga berbeda penghitungannya. Jika biasanya tahun kabisat adalah tahun yang bisa dibagi empat, tahun kabisat Etiopia adalah tahun yang bisa dibagi 400.

Karena menggunakan sistem kalender tersebut, orang-orang di Etiopia tidak merayakan tahun baru seperti kebanyakan orang, yaitu tanggal 1 januari, melainkan pada tanggal 11 September! Penghitungan tahun pun berbeda dengan biasanya. Sistem kalender Etiopa membuat penomeran tahun mereka telat tujuh sampai delapan tahun! Perbedaan sistem kalender ini dikarenakan Gereja Ortodoks Etiopia tidak setuju dengan Gereja Katolik Roma perihal tanggal kelahiran Yesus.

Meski berbeda beberapa tahun bukan berarti kalian akan terlihat lebih muda tujuh sampai delapan tahun ya jika berkunjung ke sana.