Fokus Kerja Ala Pekerja Jerman

Fokus Kerja Ala Pekerja Jerman. Jerman merupakan negara tunggal penyelamat zona Euro dari kebangkrutan tahun 2012. Orang berpikir, kehebatan ekonomi Jerman selama ini karena orang-orang Jerman adalah pekerja keras. tapi tahukah kamu sebenarnya orang-orang Jerman justru bukan pekerja keras, melainkan lebih tepatnya pekerja yang fokus.

Amol Sarva di Huffington Post menjelaskan pengalaman pribadinya bekerja di Jerman dengan beberapa fakta terkait tingkat produktifitas pekerja di Jerman. Meskipun mereka hanya bekerja 35 jam seminggu, jatah cuti selama 24 hari, namun kinerja mereka tetap maksimal. Hal-hal yang menjadi ciri khas pekerja di sana ialah:

1. Ketika orang Jerman bekerja, mereka fokus pada pekerjaannya dan rajin. Ini menjadi salah satu alasan kenapa mereka bekerja dengan jam kerja lebih pendek, tetapi produktivitasnya tinggi.

2. Mereka tidak membuka akun media sosialnya yang berpotensi menjadi faktor pengganggu kefokusan. Dengan tidak membuka akun media sosial, mereka lebih punya banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya secara fokus dan tidak terganggu dengan postingan di media sosial.

3. Ketika sedang bekerja, pekerja di Jerman hanya akan melakukan hal yang berhubungan dengan pekerjaannya. Mereka tidak akan berbicara hal-hal lain di luar urusan pekerjaan, apalagi “gosip” dengan teman sekantor di saat jam kerja. Di Jerman tidak ada toleransi bagi teman sekantor yang mengerjakan hal di luar urusan pekerjaan.

4. Biasanya orang Amerika memulai sebuah meeting, atau mengundang meeting dengan basa-basi atau small talk. Berbeda dengan orang Jerman yang memilih langsung berbicara pada pokok persoalan (to the point). Contohnya, orang Amerika akan berkata seperti, “Saya senang mengundang anda untuk mengadiri meeting pada pukul 03.00 sore.” Namun, orang Jerman akan mengundang dengan kalimat pendek dan langsung pada pesan yang ingin disampaikan. “Datang ke meeting pukul 03.00 sore ya.”

5. Kalau kultur kerja di Indonesia terbiasa dengan kebiasaan beramah-tamah, santai dan lebih banyak basa-basi demi menjalin keakraban, kultur kerja di Jerman menitikberatkan pada kualitas, bekerja secara individu, dan segera pulang setelah selesai pekerjaannya.

Nah, buat di Indonesia sendiri kira-kira bisa ga yah menerapkan hal seperti yang diterapkan di Jerman?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *