Gaming Disorder, Penyakit Mental yang Diakui WHO

Gaming Disorder, Penyakit Mental yang Diakui WHO. Siapa di antara kalian suka bermain video game? Baik sebagai hobi, hiburan, atau sebagai pekerjaan, bermain video game memang menyenangkan dan bisa mengurangi kejenuhan serta stress akbiat kehidupan sehari-sehari. Namun, bagi kalian yang kecanduan bermain video game sampai berjam-jam atau sampai berhari-hari, hati-hati, bisa jadi kalian mempunyai penyakit mental. Ya, baru-baru ini penyakit mental yang dinamai Gaming Disorder tersebut sudah diakui oleh World Health Organization (WHO). Jika dulu banyak artikel-artikel yang menekankan manfaat bermain video game, kali ini video game memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental kita.

Jadi apa itu Gaming Disorder? WHO sendiri menjelaskan bahwa Gaming Disorder adalah suatu kondisi di mana kita tidak bisa mengontrol perilaku gaming kita, dengan memberikan prioritas lebih kepada gaming dibandingkan dengan aktivitas dan hobi lainnya, dan bermain secara terus-menerus meski memberikan dampak negatif. Untuk mengetahui apakah kita memiliki Gaming Disorder atau tidak, seseorang yang memiliki penyakit mental ini setidaknya akan memberikan dampak buruk kepada kehidupan pribadi, keluarga, sosial, edukasi, pekerjaan, dan area lainnya paling tidak selama 12 bulan.

WHO memutuskan bahwa Gaming Disorder adalah penyakit mental pada revisi ke-11 International Classification of Diseases (ICD). ICD pada dasarnya dijadikan WHO sebagai basis untuk menentukan kategori sebuah “penyakit”. Gaming Disorder sendiri dikategorikan sebagai penyakit mental karena beberapa bukti yang merupakan hasil dari penelitian yang dibuat oleh para ahli. Para ahli mengatakan bahwa Gaming Disorder baru memengaruhi sebagian kecil orang yang bermain video game, namun bukan berarti kita tidak perlu waspada terhadap penyakit mental tersebut.

Nah bagi kalian yang suka bermain game, harus berhati-hati nih dan waspada mengenai jumlah waktu yang kalian gunakan untuk bermain game. Sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, begitu juga dengan video game.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *