Hewan-hewan Berkelamin Ganda

Hewan-hewan Berkelamin Ganda. Kalau belakangan ini sedang marak dengan issue LGBT, bahkan khususnya kelainan pada kelamin yang berjumlah ganda pada manusia, hewan pun juga loh. Mungkin kamu bahkan tidak menyadari beberapa hewan familiar ini memiliki kelamin ganda.

Berkelamin ganda pada hewan biasa disebut dengan istilah hermaphrodite, di mana hewan bisa berganti identitas reproduktif atau mengubah perilaku seperti lawan seks jika dibutuhkan. Kedua alat kelamin ini berfungsi loh dua-duanya pada hewan. Hewan-hewan tersebut ialah:

1. Kuda Laut

Kuda laut merupakan hewan laut yang masih tergolong sebagai ikan. Kalau selama ini kamu tahu kalau ikan berkembang biak dengan cara bertelur, hal itu tidak berlaku bagi kuda laut. Akhir dari proses perkembang biakan bagi kuda laut adalah “melahirkan yang dilakukan oleh pejantan”.

Perut kuda laut jantan mempunyai sebuah kantung unik. Saat kawin, kantung tersebut mampu menyimpan 1500 telur yang dilepaskan oleh si betina. Alhasil, yang mengandung dan melahirkan anak kuda laut adalah kuda laut jantan.

2. Neotrogla

Pada tahun 2014, ilmuwan terkejut saat menemukan sebuah spesies serangga yang betinanya sangat agresif soal seks di dalam gua di Brasil. Serangga tersebut bernama Neotrogla dan berbentuk mirip semut putih bersayap.

Betina nya akan mengambil alih tugas pejantan saat kawin. Pada proses kawin binatang normal, pejantan akan menyuntikkan sperma pada betina yang di dalam tubuhnya menyimpan sel telur. Nah, pada Neotrogla, tugas itu terbalik. Neotrogla betina mengembangkan alat kelamin berbentuk mirip penis yang berfungsi menyedot sperma dari Neotrogla jantan. Menurut ilmuwan, perubahan ini disebabkan oleh kondisi lingkungan ekstrem yang membuat proses kawin sangat sulit dilakukan, sehingga tidak ada jalan lain bagi Neotrogla betina untuk memburu pejantan demi melanjutkan keturunan.

3. Ular Garter

Ular yang terkenal akan sisik merah dan hitamnya ini tergolong ular semak dan banyak terdapat di Amerika Utara. Meski memiliki kelenjar racun, bisa ular Garter jarang bisa masuk tubuh manusia karena gigi yang tidak cukup runcing. Alhasil ular ini dianggap tidak berbahaya.

Proses kawin ular satu ini sangat terkenal, sebab mereka bisa berkumpul di satu tempat, biasanya lubang atau celah tanah, dengan jumlah ratusan bahkan ribuan. Dari ratusan ular itu, kebanyakan adalah pejantan, oleh karena itu mereka berkompetisi untuk mendapatkan betina. Dari penelitian, banyak pejantan yang mengeluarkan feromon atau zat rangsang yang dikeluarkan oleh betina.

Setelah mengeluarkan zat feromon ini, si pejantan baru bisa mengelabuhi pejantan lain yang mengiranya sebagai betina. Akhirnya, pejantan berferomon itu dibukakan jalan untuk masuk ke pusat kerumuman tempat si betina berada dan melakukan proses kawin.

Dalam kasus ular Garter, pejantan diibaratkan sebagai seorang pria transgender yang memakai pakaian wanita untuk menipu pria lain yang jadi targetnya. Namun, sebenarnya, ular Garter tetap ‘normal’ karena masih memilih pasangan beda jenis untuk kawin.

4. Cumi-Cumi

Cumi-cumi jantan bisa membelah tubuh mereka di bagian tengah, sehingga tampak seperti betina di satu sisi, dan jantan di sisi lain. Demikian hasil sebuah studi Universitas Macquarie di Sydney.Taktik ini bisa digunakan terutama jika menghadapi cumi-cumi lain untuk mencari partner yang sesuai.

5. Ikan Bayan

Ikan ini biasanya lahir sebagai betina, tapi punya alat kelamin jantan dan betina. Spesies ikan ini “protogynous hermaphrodites”, artinya yang betina bisa berubah jadi jantan kapan saja. Ilmuwan belum tahu mengapa fenomena ini terjadi.Diduga hal itu untuk menjaga keseimbangan antara jumlah betina dan jantan.

6. Hyena Bertutul

Hyena bertutul yang betina dominan secara sosial, bertubuh lebih besar, dan lebih agresif daripada yang jantan. Bukan itu saja, alat kelamin spesies ini sering disebut “pseudo penis”. Organ ini mampu ereksi, digunakan dalam hubungan seksual, dan mengeluarkan air seni serta melahirkan lewat organ yang sama.

 7. Bearded Dragon

Dalam proses yang dikenal dengan sebutan perubahan seks, spesies ini menunjukkan kemampuan mengubah kelamin dari jantan ke betina ketika masih dalam telur. Ilmuwan mengungkap, reptil yang secara genetis masih jantan tapi sudah ambil alih peran dan kemampuan reproduksi betina, lebih subur dan punya lebih banyak telur daripada yang sejak awal memang betina.