Ini Alasannya Kita Bertemu Orang Asing dalam Mimpi

Ini Alasannya Kita Bertemu Orang Asing dalam Mimpi. Mimpi bagi sebagian orang dikatakan sebagai bunga tidur. Di mana apa yang kita rasakan, lihat, dan temui dalam mimpi merupakan pengalaman alam bawah sadar kita ketika tidur. Seringkali kejadian yang kita temui dalam mimpi bukanlah kejadian yang kita alami ketika kita sadar. Sama halnya ketika kamu memimpikan orang-orang yang tidak pernah kamu kenal sebelumnya, tetapi orang asing itu terasa begitu akrab denganmu dalam mimpi. Bahkan hingga sudah membuka mata pun, sosok orang asing itu masih terbayang.

Sebuah studi yang dilakukan tahun 1963 terhadap 1.000 mimpi yang berlangsung menghasilkan temuan bahwa kebanyakan orang asing yang hadir dalam mimpi adalah pria. Sosok pria asing ini diiringi dengan karakter yang agresif. Mengejutkannya, sosok asing berjenis kelamin laki-laki justru lebih sering muncul dalam mimpi para pria daripada wanita loh!

Berdasarkan penelitian tersebut, William Domhoff melihat adanya peran sosok ‘musuh’ dalam mimpi. Musuh didefinisikan sebagai karakter-karakter mimpi yang biasanya berinteraksi dalam diri seseorang. Umumnya karakter ini dekat dengan karakter agresif. Pria asing dan hewan mendominasi karakter musuh ini. Berbeda dengan karakter wanta asing yang lebih ramah sehingga jarang terbawa dalam mimpi.

Oleh karena itu, mimpi erat kaitannya dengan kondisi psikis, emosional, dan pembentukan memori ketika kita sadar dengan apa yang terjadi dalam mimpi. Orang asing dianggap sebagai karakter yang tidak familiar bagi seseorang yang memimpikannya.

Meskipun belum ditemukannya jawaban secara ilmiah yang menjelaskan tentang mimpi, namun “bunga tidur” ini pun memiliki beberapa fakta-fakta, antara lain:

1. Setiap orang bermimpi

Kalau kamu berfikir kamu tidak bermimpi saat tidur, kamu salah. Karena sebenarnya kamu hanya terlupa. Setiap bangun setelah 5 menit, maka kamu akan lupa setengah dari mimpi itu. Sementara setelah 10 menit kamu akan lupa 90% dari mimpi tersebut.

2. Tubuh menjadi lumpuh

Selama bermimpi, otak memerintahkan tubuh agar lumpuh untuk menghindari gerak fisik di dunia nyata.

3. Mimpi dapat dikendalikan

Sebagian orang dapat mengakhiri dan melanjutkan mimpinya, hal tersebut di namakan lucid dreaming atau mimpi dalam keadaan sadar.

4. Mimpi jadi nyata

Sebuah penelitian menyebutkan sebanyak 18-38% orang pernah mengalami mimpi yang menjadi nyata. Sementara sebanyak 70% orang yang merasakan deja vu (mengalami sesuatu yang pernah dialami sebelumnya).

5. Saat mimpi tubuhmu merespon seperti kejadian

Misalkan kamu bermimpi masuk jurang, maka jantungmu memang betul-betul berdegup kencang atau mungkin saja kamu berkeringat. Sebaliknya kalau kamu bermimpi indah, maka jantungmu pun berdetak normal. Tubuhmu menikmati apa yang kamu alami dalam mimpi.

6. Tertindih saat tidur/bermimpi

Istilah “ketindihan” adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, di mana kamu akan merasa sulit bernapas dan seakan ada sesuatu yang menghampiri. Padahal, sleep paralysis atau kelumpuhan saat tidur adalah hal yang normal. Ketika tidur, saraf motorik tubuh dinonaktifkan agar tubuh tidak bergerak dan anda tersadar saat tubuh aktif kembali, bagian otak amygdala bereaksi dan menimbulkan halusinasi yang menakutkan.

7. Orang buta juga bermimpi

Mereka yang tidak terlahir buta masih dapat melihat gambar di mimpinya. Namun orang yang terlahir buta tetap dapat bermimpi juga. Hanya saja mimpi tersebut akan melibatkan indera selain penglihatan.

8. Beda mimpi antara pria dan wanita

Dalam mimpi seorang pria kebanyakan muncul adalah pria juga, sedangkan mimpi wanita cenderung berimbang ada wanita dan juga pria.