Kecanduan Game Dapat Memicu Emosi Berlebih

Kecanduan Game Dapat Memicu Emosi Berlebih. Bagi sebagian orang, salah satu cara meluangkan waktu luang atau menghilangkan stres ialah dengan memilih bermain game. Namun, bukannya membuat relaks, ternyata beberapa game yang mengandung unsur kekerasan justru akan memicu seseorang menjadi lebih emosional dan agresif dalam kehidupannya sehari-hari loh.

Waktu berjam-jam yang dihabiskan menjadi tidak terasa ketika sedang asik bermain baik sendiri maupun bersama dengan orang lain. Bahkan ada yang rela mengorbankan waktu istirahatnya untuk bermain entah untuk menamatkan suatu judul game, menaikkan level pada game online, ataupun sekedar bermain bersama dengan teman.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gregor Szycik, Gregor merupakan penulis serta peneliti di Hannover Medical School, menjelaskan bahwa orang yang sudah lama memainkan game kekerasan akan terlihat pada syaraf otaknya menimbulkan aktivitas syaraf yang cukup tinggi serupa dengan seseorang yang sedang memuncak emosionalnya.

Dalam melakukan penelitiannya Profesor Gregor menggunakan sebuah alat pemindai otak atau magnetic resonance image (MRI) pada otak seseorang yang memainkan game berunsur kekerasan dengan orang yang yang tidak memainkan game kekerasan.

Seluruh relawan adalah pria yang terbiasa dan pernah memainkan game first person shooter seperti call of duty selama empat tahun, sepanjang tahun tersebut mereka memainkan game selama dua jam per hari. Selain bermain game dan diteliti oleh tim peneliti mereka juga dimintai mengisi kuis psikologi untuk mengukur empati serta potensi agresivitas mereka. Berikutnya juga mereka diperlihatkan serangakaian gambar untuk melihat bagaimana reaksi emosi mereka.

Hasilnya, ternyata mereka memiliki kencenderungan lebih emosional setelah memainkan game tersebut. Hasil dari penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology untuk menjadi bahan referensi penelitian selanjutnya.

Mungkin buat sebagian lain yang kurang menyenangi game yang bertajuk kekerasan, kamu merasa sudah aman dengan bahaya tersebut. Namun, kecanduan game apapun itu ternyata berpotensi mendatangkan beberapa penyakit loh. Di antaranya ialah:

1. Carpal Tunnel Syndrome

Penyakit ini telah lama dikaitkan dengan penggunaan komputer yang melebihi batas wajar, sehingga tidak mengherankan bahwa itu juga merupakan gejala fisik kecanduan bermain video game.

Menurut penelitian dari Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Amerika, batas waktu wajar untuk penggunaan komputer dan monitor televisi adalah dua jam dalam satu hari. Ketika melewati batas tersebut, saraf utama antara lengan bawah dan pergelangan tangan akan mulai tertekan akibat penggunaan mouse komputer yang juga dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan. Hal ini terjadi ketika terowongan karpal – daerah pergelangan tangan yang menaungi saraf utama dan tendon – menjadi teriritasi atau bengkak. Dapat juga terjadi ketika menggunakan video game kontroler secara berlebihan.

Selain itu, posisi penempatan mouse dan keyboard juga menjadi salah satu faktor penyebab penyakit ini. Bila ketinggian meja tidak sesuai dengan posisi tubuh yang menyebabkan posisi keyboard tidak dalam jangkauan lengan yang wajar, pergelangan tangan mungkin akan terpaksa ditekuk untuk menyesuaikan dengan posisi keyboad, sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan cedera.

2. Gangguan Tidur / Insomnia

Seseungguhnya, setiap manusia sudah diciptakan untuk beristirahat agar tubuh bisa bugar lagi setelagnya. Namun, seringkali orang yang sudah kecanduan game akan sulit berhenti bermain dan merelakan waktu tidurnya. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja loh.

Tidur dapat dibagi menjadi dua tipe/fase, yaitu tidur REM dan non-REM (NREM). Dalam tidur yang normal, kedua fase tersebut selalu terjadi dengan durasi sekitar 90 menit per fase. NREM sendiri memiliki 4 fase, dimana fase ke-empat merupakan fase paling dalam/lelap. Fase REM merupakan fase ke-empat tersebut dan sering disebut dengan fase mimpi. Namun ketika siklus itu terganggu, atau ketika seseorang tidak mengalami siklus REM dan NREM secara normal, tubuh akan mengalami berbagai efek buruk seperti merasa lelah, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi, metabolisme tubuh terganggu, dan lain sebagainya.

Gangguan tidur disebabkan, sebagian, oleh stimulasi berlebihan dari otak akibat terlalu lama menatap layar sehingga mengganggu waktu dan kualitas tidur yang seharusnya. Namun, beberapa orang tidak bisa mendapatkan tidur malam yang baik hanya karena mereka berpikir berlebihan tentang judul video game yang mereka mainkan akibat efek dari intensitas ketika memainkan game tersebut. Hal ini tentu akan berdampak negative pada kesehatan jika dibiarkan terus menerus.

3. Sakit Punggung

Nyeri punggung adalah perasaan nyeri di daerah lumbosakral dan sakroiliakal. Penyakit ini termasuk dalam jenis gangguan muskuloskeletal, yang ditimbulkan akibat penggunaan komputer melewati batas normal mulai dari kelemahan otot dan tendon atau nyeri leher dan punggung sampai dengan trauma yang kumulatif. Penyebab nyeri pinggang yang paling sering adalah duduk terlalu lama dengan posisi yang sama, sikap duduk yang salah – yang biasanya disebabkan oleh posisi kursi yang juga salah baik itu sandarannya maupun posisinya terhadap monitor, dan aktivitas yang berlebihan.

Sakit punggung merupakan gejala fisik umum dari orang-orang yang kecanduan bermain game khususnya untuk yang suka bermain menggunakan PC, karena mereka akan tetap duduk di posisi yang sama selama berjam-jam untuk memainkan suatu judul game. Kurangnya gerakan tubuh selama bermain game menyebabkan kekakuan dan nyeri, tetapi bisa memburuk menjadi masalah punggung kronis.

Tentu masih banyak efek-efek lain bagi intensitas bermain game yang berlebihan. Intinya, tujuan dari bermain game itu memang sebagai penghilang stres dan juga membantu mengisi waktu luang. Namun, kalau bermain game dijadikan prioritas dan melupakan banyak kegiatan lainnya, jelas hal ini sudah menyimpang dari tujuan bermain game itu sendiri. Jadi mulai sekarang, cobalah bijak dalam bermain game yah!