Kiamat Karena Tabrakan Planet Nibiru

Kiamat Karena Tabrakan Planet Nibiru. Semua orang tentu tahu apa itu kiamat. Seringkali kiamat diramalkan kapan terjadi oleh para ahli/ilmuwan. Ramalan kiamat terbaru diprediksikan terjadi pada tahun 2017. Informasinya adalah terdapatnya sebuah planet amat besar yang diberi nama planet Nibiru atau planet X yang akan menabrak bumi lalu menghancurkan seluruh isinya (kiamat).

Sebenarnya ramalan tentang kiamat terjadi karena tabrakan planet Nibiru ini sudah ada sejak tahun 1995 yang dikemukakan oleh Nancy Lieder. Meski sempat dianggap hoax belaka karena tak ada bukti yang mendukung kebenaran teori planet Nibiru ini, seorang astronot Zecharia Sitchin pernah menulis teori tentang keberadaan planet raksasa. Dalam bukunya yang berjudul “The 12th Planet”, Sitchin tidak menjelaskan nama planet yang dimaksudnya namun temuannya ini sering dihubungkan dengan keberadaan planet Nibiru, pemicu kiamat 2017 ini.

Di sisi lain terdapat juga sebuah buku yang dikarang oleh David Meade yang menjelaskan bahwa Planet Nibiru ini akan mendekati bumi setelah gerhana matahari pada 21 Agustus mendatang. Setelah gerhana, planet itu akan menabrak bumi pada Oktober 2017.

Yang mengejutkan, bukti-bukti prediksi kiamat terjadi ini sudah terlihat menurut David Meade. Fenomena gempa bumi dan letusan gunung berapi yang terjadi akhir-akhir ini diduga sebagai efek gaya tarik menarik dengan planet Nibiru tersebut. Memang, beberapa bulan terakhir telah terjadi gempa bumi di daerah lingkaran api seperti di Indonesia, Jepang, Peru, dan Selandia Baru.

Peneliti dari California Institute of Technology juga telah menemukan bukti-bukti lain yang memungkinkan bahwa prediksi kiamat 2017 ini benar-benar terjadi. Para peneliti menemukan bahwa terdapat planet kesembilan yang berukuran 15 kali lebih besar dari bumi sedang menuju sistem tata surya kita.

Apa sebenarnya Planet Nibiru? berdasarkan buku The 12th Planet, berikut beberapa fakta planet Nibiru.

1. Nama “Nibiru” ditemukan oleh arkeolog Rusia bernama Zecharia Sitchin. Beliau menemukan nama tersebut dari text kuno berusia 6000 tahun peninggalan bangsa Sumeria dan dibaca berdasarkan Ikonografi dan simbolisme Mesopotamia.

2. Nibiru memiliki nama lain yaitu Marduk dari legenda asli Babilonia.

3. Mempunyai orbit elips dan mendekati matahari setiap 3,600 tahun sekali.

4. Mengorbit pada kembaran matahari yang gelap yang berada tidak jauh dari tata surya.

5. Planet ini disebut planet ke-12 berdasarkan konsep tata surya dari Sumeria. Mereka percaya ada 11 planet dari Merkurius sampai Neptunus ditambah Matahari, Bulan, Pluto serta Nibiru sebagai yang terakhir atau ke dua belas.

6. Ukurannya diyakini memiliki empat kali diameter Bumi dan 23 kali lebih masif.

7. Menurut Sitchin, Atmosfer planet Nibiru sangat tebal sehingga dapat menjaga kestabilan temperatur ketika menjauh dari matahari.