Kopi Mahal dari Kotoran Luwak

Kopi Mahal dari Kotoran Luwak. Siapa yang tidak tahu kopi? Minuman dari biji kopi yang disajikan dengan aneka cara dan terkadang perpaduan rasa ini selalu menjadi pilihan dalam menemani aktivitas santai khususnya bagi pencinta kopi. Pernahkah kamu mendengar “Kopi Luwak”? Kopi ini terkenal akan harganya yang di atas rata-rata harga kopi pada umumnya. Kopi ini khas dari Indonesia loh!

Kalau di beberapa gerai toko ternama, kamu perlu merogoh kocek 20-50ribu untuk segelas kopi, lain halnya dengan kopi luwak. Kamu perlu mengeluarkan uang setidaknya senilai 200 ribuan rupiah untuk satu gelasnya! Kok bisa kopi saja mahal sekali harganya? Hal ini tidak lain karena kopi luwak merupakan jenis kopi mahal yang sulit diperoleh.

Cerita di balik penemuan Kopi Luwak tidak lepas dari peran Belanda yang menjadi importir kopi skala besar pertama ketika mereka menemukan benih di Yaman pada abad ke-16. Pada awal abad ke-17, Belanda mulai menyelundupkan kopi keluar dari Yaman. Mereka menanam biji kopi di pulau Sumatera dan Jawa yang merupakan daerah jajahannya.

Orang Belanda yang memiliki perkebunan di Indonesia menumbuhkan benih-benih kopi di Indonesia, sehingga mereka bisa menjualnya kembali ke negara mereka. Mereka mempekerjakan banyak warga lokal di perkebunan mereka dengan bayaran yang amat rendah.

Karena pada saat itu para petani kopi penasaran atas larangan untuk tidak memetik buah kopi, namun juga tidak mampu untuk membeli sendiri, petani mencari jalan lain untuk mencicipi kopi. Mereka mulai menyadari bahwa spesies luwak/musang tertentu akan memakan buah kopi, tetapi bijinya tak bisa dicerna dan akan tetap berada di kotoran mereka.

Pada waktu itu, beberapa petani pemberani mengumpulkan kotoran, memilah biji kopi, membersihkannya, kemudian diolah untuk dijadikan minuman. Aroma dan rasanya yang sangat khas, segera menjadi favorit bukan hanya di kalangan petani, tapi juga pemilik perkebunan. Dari situlah akhirnya muncul “Kopi Luwak”.

Kenapa biji kopi yang dihasilkan luwak rasanya jauh lebih enak? Para ahli kopi berpendapat bahwa alasannya ialah karena pilihan luwak dan pencernaannya. Luwak pandai memilih buah kopi yang terbaik untuk dimakan. Hal tersebut berarti bahwa biji kopi yang mereka keluarkan umumnya dari kualitas tertinggi. Selain itu, ketika bijinya berada di saluran pencernaan luwak, mereka menyerap beberapa asam dan enzim dalam saluran pencernaan hewan tersebut. Fermentasi terjadi sehingga menciptakan rasa kopi yang khas, yakni lembut seperti cokelat dan tanpa rasa pahit.

Proses pembuatan biji kopi ini dilakukan secara manual dengan bantuan hewan luwak, dan bukan dengan mesin. Hewan ini dikenal hanya mau makan biji kopi terbaik dan mengabaikan biji kopi dengan kualitas di bawah itu, apalagi yang buruk. Konon, bila satu nampan diberikan pada hewan luwak di kandang, hanya 10% ā€“ 30% saja yang dimakan.

Jadi, kamu bisa bayangkan betapa sulitnya mendapatkan biji kopi untuk dijadikan kopi luwak. Meskipun sedang panen raya, biji kopi yang dihasilkan tidak banyak. Misalnya dari jumlah kopi berton-ton, biji kopi yang dihasilkan hanya 100 ā€“ 1000 kg saja. Sedangkan sisanya akan dibuat menjadi kopi biasa. Bisa dibayangkan kan kalau mendapatkan biji kopi luwak sangatlah sulit.

Karena caranya yang terbilang rumit dan memerlukan proses yang lumayan panjang inilah yang membuat kopi luwak menjadi kopi mahal. Banyaknya pebisnis yang ingin mengelola bisnis kopi luwak dengan mengharapkan untung besar, maka semakin menjamur peternakan luwak di seluruh Asia Tenggara saat ini. Namun justru seringkali para pebisnis ini lupa akan kualitasnya. Peternakan yang dibuat melakukan penangkapan luwak lalu ditaruh ke dalam kandang-kandang, dan secara paksa luwak-luwak tersebut dipaksa memakan buah kopi. Tidak sedikit luwak-luwak mati karena stress.

Menurut penelitian, kopi luwak yang telah disangrai mengandung bakteri yang lebih kecil dibandingkan dengan kopi biasa. Jadi, kalau kamu sayang jantungmu dan hobi minum kopi, kopi luwak ini bisa dijadikan pilihan. Kandungan antioksidan yang tinggi juga dapat mencegah berbagai penyakit syaraf, seperti Parkinson, dan Alzheimer. Sementara enzim protelitik dari luwak sangat bermanfaat sebagai anti-radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengandung asam amino yang baik untuk kesehatan. Hitung-hitung investasi kesehatan, mungkin kamu bisa saja menyisihkan uangmu untuk mencoba kopi luwak asli.