Kousai Zero Nichikon – Konsep Menikah Tanpa Pacaran di Jepang

Kousai Zero Nichikon – Konsep Menikah Tanpa Pacaran di Jepang. Menikah tanpa pacaran merupakan konsep dalam agama Islam yang biasa disebut dengan Taaruf. Di Indonesia hal ini mungkin identik dengan adat perjodohan meskipun bukan seorang muslim. Kalau di Indonesia bagi sebagian orang tetap tidak ingin menikah dengan orang yang belum mereka kenal, lain halnya dengan Jepang. Konsep seperti ini justru menjadi solusi bagi masyarakat di negeri matahari terbit ini.

Sekitar 60% wanita dan 76% persen laki-laki berusia 20 tahunan di Jepang tak memiliki kehidupan asmara. Alasan utama mereka beragam, ada yang fokus pendidikan, mengejar karir dan enggan ribet dengan masalah hubungan asmara. Namun untuk masalah pernikahan setelah ditanya 80% dari mereka menyatakan memilih untuk menikah. Pemerintah memberikan solusi dengan adanya Kousai Zero Nichikon atau menikah tanpa berpacaran. Dengan begitu, mereka bisa menghemat waktu dan uang yang harus dikeluarkan untuk berpacaran atau melakukan kencan buta. Selain itu, para lajang di Jepang yakin hubungan semacam ini lebih minim resiko patah hati.

Jangan dikira Kousai Zero Nichikon cuma trend iseng ala orang Jepang. Dalam hal pernikahan mereka punya pertimbangan cukup matang, di mana biasanya yang akan mereka nikahi adalah sosok teman kecil atau orang yang direkomendasikan oleh keluarga atau kerabat terdekat. Mereka lebih memilih berkarya daripada pacaran karena dianggap buang-buang waktu dan uang. Karenanya Kousai Zero Nichikon dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada harus pacaran tanpa ada kepastian soal hubungan di masa depan. Nggak jauh beda kan sama alasan orang Indonesia yang malas pacaran?

Nah, jadi kalau sekarang ditanya kapan nikah, sudah punya pasangan belum, dan lain sebagainya jangan cenderung galau yah. Coba kamu pertimbangkan kira-kira jauh lebih menguntungkan mana ketika kamu sendiri atau memiliki pasangan? Kalau memang sudah merasa yakin ingin menikah, ya langsung saja seperti Kousai Zero Nichikon ini. Di samping tidak membuang-buang waktu, uang, tenaga, ya meminimalisir resiko patah hati kan?