Lakukan Cara-cara ini Untuk Cegah Banjir

Lakukan cara-cara ini untuk cegah banjir. Banjir di Jakarta bukanlah lagi hal baru. Fenomena tahunan ini selalu terjadi khususnya di awal musim hujan. Akibatnya, ibukota Indonesia ini mengalami kelumpuhan di beberapa wilayah yang kedapatan banjir. Kalau sudah seperti ini siapa yang salah? Bukanlah saatnya untuk menyalahkan berbagai macam pihak, namun mungkin kita bisa melakukan beberapa cara ini untuk mencegah terjadinya banjir sehingga tidak terlalu merugikan masyarakat.

1. Tidak membuang sampah sembarangan

Nasehat ini tentu seringkali didengar olehmu. Namun memang sebenarnya salah satu penyebab banjir ya karena ini. Sebagai contoh, orang Jepang yang sangat disiplin terhadap masalah sampah. Karena mereka tahu selain kotor, sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan penyakit. Selain itu kesadaran mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan sangatlah kuat.

Bayangkan saja bungkus permen kecilpun mereka tidak akan membuangnya di sembarang tempat, sampai menemukan tempat sampah terdekat, apalagi sampah yang besar yang biasanya membuangnya saja akan kena biaya. Hasilnya apa? Lihat sendiri bagaimana kondisi Jepang yang memiliki lingkungan yang bersih, asri, alami, segar, dan hidup tanpa penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan kotor.

Kontras dengan di Indonesia. Di mana kesadaran masyarakat Indonesia untuk tidak membuang sampah sembarangan sangatlah kurang. Banyak sekali terlihat orang-orang di jalan, mulai dari pejalan kaki, orang bersepeda, bersepeda motor, bermobil, anak kecil, remaja, orang tua, atau termasuk juga kita sekalipun tentunya sering membuang sampah sembarangan kan?

Banjir yang melanda Jakarta sendiri bukan sepenuhnya salah alam ataupun hujan tetapi itu adalah kesalahan dari perilaku kita sendiri yang suka meremehkan “sampah” dan merusak alam.

2. Pembatas perimeter sementara

Cara mengatasi banjir ini ditemukan pada 1988 dengan cara menggunakan air untuk mengendalikan banjir. Caranya dilakukan dengan memasang tembok yang terdiri dari dua tabung karet yang terhubung oleh satu tabung yang lebih besar.

Tabung ini diisi air sehingga ketika diterjang banjir tidak akan goyah dan mampu mengendalikan 75 persen perimeternya dari ketinggian air. Cara mengatasi banjir ini sukses dilakukan untuk menanggulangi banjir di Sungai Missouri pada 2011.

3. Membuat terowongan dibawah tanah

Lagi-lagi, berkaca dari orang Jepang yang memiliki ide membuat terowongan besar di bawah tanah. Terowongan ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan yang turun di daratan menuju bawah tanah kemudian dibawanya kembali ke laut. Jalan-jalan di Jepang biasanya memiliki sebuah lubang yang tertutup oleh jalan ber-paving sebagai perantara masuknya air hujan ke dalam terowongan.

4. Self-closing flood barrier

Cara Mengatasi banjir ini didesain untuk melindungi orang dan bangunan terhadap banjir yang berasal dari hujan deras, angin topan, atau salju yang meleleh terlalu cepat. Caranya dengan mendirikan sebuah tembok yang mengelilingi sebuah bangunan dan bisa naik-turun sesuai dengan tingkat air yang ada.

Cara Mengatasi banjir ini berhasil diterapkan di Belgia, Italia, Irlandia, Belanda, Thailand, Inggris Raya, Vietnam, Australia, Russia dan Amerika Serikat. Sayang cara ini terbilang mahal karena menganut sistem otomatis dan tidak bisa diterapkan dalam skala besar.

5. Pengelolaan pantai

Salah satu penyebab banjir juga bisa berasal dari air pasang laut. Oleh karenanya, sistem pertahanan banjir juga dibuat mulai dari garis pantai.

Di Amerika dan Eropa misalnya, banyak negara memasang tembok laut, memperkuat pantai dengan bakau, hingga membangun pulau pelindung. Tujuannya, agar deburan air laut tidak terus mengikis daratan. Pasalnya, jika daratan terus terkikis, air pasang akan makin mudah naik dan menyebabkan banjir.

6. Bendungan

Bendungan dan tempat penampungan air lainnya sangat cocok digunakan untuk mengatasi banjir. Terlebih, jika bendungan tersebut dibangun dengan kapasitas untuk menanggulangi air berlebih saat musim hujan, maka banjir pun setidaknya bisa dihambat sedikit. Cara mengatasi banjir seperti ini sudah sukses diterapkan di Bendungan Mount Morris dan Seven Oaks, Amerika Serikat.

7. Pengelolaan sungai

Di banyak negara, sungai yang rawan banjir kebanyakan dipasangi tanggul, pematang, waduk, dan bendungan yang bisa digunakan untuk mencegah luapan air sungai. Hal tersebut memang menjadi salah satu cara mengatasi banjir yang palinng sederhana. Jika hal tersebut tidak berhasil, maka biasanya akan ditambahkan tembok di sekeliling bantaran sungai.

Nah, semoga beberapa cara di atas dapat memberikan harapan untuk mengatasi banjir yang melanda di Jakarta yah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *