Lebih Sehat dengan Udara Kemasan

Lebih sehat dengan udara kemasan. Sudah tidak asing lagi jika mendengar makanan dan minuman kemasan. Namun apa tanggapanmu jika kamu mengetahui terdapat udara kemasan? Polusi udara selalu menjadi masalah. Di mana-mana tidak hanya di Indonesia, polusi udara seakan sudah menjadi hal yang melekat. Sudah bukan rahasia lagi, sebagai salah satu contohnya di China polusi udara sangatlah terkenal.

 

Perusahaan yang bernama Vitality ini mulai memperjualbelikan “udara kemasan”Perusahaan asal Alberta, Kanada. Kalau kamu masih mengingat ada pepatah yang mengatakan “di dunia ini cuma bernapas saja yang benar-benar gratis“, sepertinya pepatah ini sudah tidak berlaku lagi di China.

 

Vitality mendapatkan udara bersih, segar, dan bebas populasi dari area pegunungan. Lalu udara segar dari area yang bebas polusi tersebut dikemas dalam bentuk botol. Mirip-mirip dengan kemasan pengharum ruangan. Udara kemasan ini juga dilengkapi dengan semprotan dan masker, untuk kemudian dijual ke orang kota yang butuh udara segar. Cina, India, Korea Selatan, dan negara-negara besar yang krisis udara segar menjadi target pasarnya.

Saat ini Vitality sudah berhasil menjual 10.000 botol perbulan di Cina dan bahkan sudah buka cabang di India. Bukan angka yang main-main untuk produk yang menyimpang dari rencana awal.

 

Xi’an merupakan salah satu dari banyak kota besar China yang menderita kabut asap kronis, terutama di musim dingin.Penelitian baru menemukan bahwa menghirup asap di China dapat memperpendek harapan hidup setidaknya 25 bulan. Studi lain yang dipublikasikan tahun ini menunjukkan bahwa lebih dari 4 juta warga China telah didiagnosis dengan kanker pada 2015, sementara lebih dari 3 juta orang telah meninggal akibat kanker.

Dengan hadirnya udara kemasan, dapat membantu memperbaiki kondisi kesehatan di China. Tidak hanya Vitality saja yang menjual udara kemasan, ada juga Aethaer asal UK yang juga menjalani bisnis yang sama. Udara segar dari pedesaan Inggris dikumpulkan dengan metode “air farming” dan ditampung dalam guci atau kendi. Bedanya, bukan hanya untuk kebutuhan udara segar, produk dari Aethaer ini juga punya nilai estetika sehingga bisa dijadikan pajangan saja.

Karena harganya mahal, Aethaer juga memproduksi masker anti-polusi. Jadi udara kemasan dijual untuk orang berduit, masker anti-polusi dijual untuk yang uangnya pas-pasan.

Vitality sendiri menjual satu botol udara kemasan seharga US$24 atau sekitar Rp300 ribuan. Satu botolnya bisa untuk 160 kali pernafasan. Sementara itu, Aethater menjual satu kendi udara kemasan seharga US$103 atau sekitar Rp1,3 juta. Kebayang ga betapa berharaganya udara untuk bernapas?

Tahun 2014 lalu WHO merilis data bahwa di tahun 2012 sekitar 7 juta orang tewas karena udara yang tercemar, 3 juta diantaranya terjadi di Cina dan India. Bukan cuma infeksi saluran pernafasan dan bencana asap seperti yang terjadi di Riau saja, udara yang tercemar juga berkaitan dengan berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Bersyukurlah buat yang masih bisa menghirup udara secara gratis dan minim polusi yah, karena tidak perlu memusingkan pengeluaran untuk membeli udara kemasan.