Manusia Hanya Gunakan 10% Otaknya, Fakta atau Mitos?

Kemampuan manusia untuk menggunakan kapasitas otaknya hanya 10% saja adalah hal yang lumrah diketahui kalangan umum. Bahkan tidak sedikit kalangan yang berkata bisa menggunakan 5% saja sudah masuk alam jenius. Akan tetapi, benarkah demikian faktanya? Atau semua itu hanya mitos saja?

Faktanya, manusia setiap saat dalam hidupnya menggunakan 100% kemampuan otaknya! Hal ini didukung oleh penelitian Neuroscientist di seluruh belahan dunia. Bahkan, bila manusia tidak dapat menggunakan seluruh otaknya, maka untuk melakukan kegiatan kecil saja, misalnya mengangkat tangan, tidak dapat dilakukan! Lalu, mengapa “mitos” ini tersebar luas, bahkan menjadi keyakinan mayoritas manusia di dunia?

Mitos ini ternyata berawal sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu. Saat itu, Neuroscientist masih hanya dapat bereksperimen dalam skala kecil, dan bermain dengan tikus laboratorium saja. Melihat aktivitas otak tikus yang minim, ditambah ketidakmampuan peneliti untuk mengamati kinerja otak bagian depan atau frontal lobe, maka muncullah teori tersebut.

Pendapat ini semakin diperkuat oleh harapan kalangan umum, yaitu bila 10% saja manusia sepintar ini, bayangkan bila bisa sampai 100%! Mirip seperti penggambaran dunia film Hollywood dalam film berjudul Lucy. Maka, setiap orang memiliki harapan untuk menjadi jenius seperti Einstein!

Kondisi tersebut diperparah dengan kehadiran guru spiritual yang manipulatif demi mengeruk keuntungan, dengan cara menjual metode untuk meningkatkan kekuatan otak. Terbukti dengan keberhasilan Dale Carnegie dalam menjual bukunya pada 1940. Ide ini juga diterima dengan hangat oleh pemercaya ESP (Extra Sensory Perception) dan fenomena gaib.

Jadi mulai sekarang, percayalah dengan kemampuan otak kamu sendiri. Jenius atau tidak bukan masalah – yang terpenting adalah usaha dan kemauan untuk belajar dan bekerja keras demi mencapai tujuanmu! Sebab, bagaimana kamu memanfaatkan 100% otakmu yang sudah tersedia adalah pilihanmu sendiri!