Mengenal Asal Mula Sumpit dan Ragam Jenisnya

Mengenal Asal Mula Sumpit dan Ragam Jenisnya. Salah satu alat yang digunakan untuk makan ini mungkin memang tidaklah familiar untuk orang Indonesia yang terbiasa menggunakan sendok garpu atau bahkan menggunakan tangan langsung. Sumpit menjadi alat makan yang identik dari Jepang atau China. Semakin kemari, Korea yang mulai dikenal di Indonesia pun ternyata menggunakan sumpit sebagai salah satu alat makannya. Namun tahukah kamu asal mula sumpit sebenarnya? Dan ternyata meskipun terlihat serupa, sumpit memiliki jenis yang berbeda di tiap negara loh (contohnya antara sumpit Jepang, China, dan Korea).

Dalam sejarah bangsa China, sumpit diperkirakan telah ada sejak 5.000 tahun yang lalu.  Pada zaman dahulu, orang-orang menggunakan ranting pohon atau batang pohon untuk mengambil makanan dari api pembakaran. Memasuki abad ke-8 Masehi, sumpit sudah menjadi peralatan makan yang umum bagi suku Uighur yang tinggal di wilayah Stepa, Mongolia. Setelah abad ke-14, pada masa dinasti Ming dan Qing, sumpti sudah menjadi barang terkenal melebihi sendok.

Alasan lainnya dari masyarakat China saat itu ialah agar tidak terjadi hal buruk, mereka percaya bahwa alat makan yang tajam harus dihindari. Menurut filsuf China bernama Confusius (551-479 SM), garpu, sendok, dan pisau, digunakan sebagai senjata untuk berperang sehingga berbahaya dan tidak pantas ada di meja makan. Dari sanalah akhirnya tercipta sumpit.

Selain sebagai alat bantu makan, di China sumpit bisa menunjukkan status sosial seseorang. Orang-orang kaya pada zamn dulu memakai sumpit dari gading dan emas. Keluarga kerajaan menggunakan sumpit dari perak yang bisa mendeteksi racun pada makanan untuk mencegah pembunuhan.

Lambat laun sumpit berkembang dan dipakai oleh masyarakat luas yang berada di Asia Timur. Sumpit pun menjadi bagian dari budaya bahkan ada sopan-santun saat menggunakan sumpit. Sumpit bisa dibuat dari berbagai bahan, mulai dari gading, logam, bamboo, dan plastik. Sebelum digunakan, bahan-bahan itu akan dibentuk menjadi dua batang sama panjang, lalu dihaluskan, dan dilapisi cat agar tidak melukai mulut saat makan.

Walaupun di Asia Timur banyak negara yang menggunakan sumpit, selalu ada yang unik dari penggunaan sumpit tersebut. Setiap negara memiliki aturan atau kebiasaan menggunakan sumpit yang berbeda. Selain itu, bentuk, warna, dan gambar-gambar pada sumpit pun bisa menunjukkan kebudayaan masing-masing negara.

Tiga negara yang terkenal dengan penggunaan sumpit ialah China, Jepang dan Korea. Ternyata, sumpit dari ketiga negara tersebut berbeda jenisnya.

1. Sumpit China

Dilihat dari ukurannya, sumpit asal China memiliki ukuran lebih panjang dan tebal dibandingkan dengan sumpit khas Jepang dan Korea, yaitu sekitar 25 cm dan umumnya terbuat dari kayu dan memiliki bentuk persegi panjang dengan ujung yang tumpul.

Ukuran yang panjang tersebut membuat makanan yang biasanya disajikan dalam meja putar atau biasa disebut ‘lazy Susan’ lebih mudah dijangkau oleh masyarakat China.

Namun saat ini karena semakin modern-nya zaman, sumpit berbahan plastik pun bisa ditemukan. Namun sumpit di China tetap memiliki ciri khas yaitu adanya ukiran khas yang otentik pada pangkal sumpit.

2. Sumpit Jepang

Berbeda dengan negara tetangganya yang hanya memiliki satu jenis sumpit, Jepang memiliki beberapa jenis sumpit yang multifungsi. Jepang memiliki banyak ragam sumpit yang disesuaikan dengan penggunaannya. Sumpit yang digunakan untuk memasak, makan, mengambil permen, dan sumpit untuk upacara pemakaman semuanya berbeda.

Sedangkan untuk makan, sumpit Jepang memiliki ukuran yang lebih pendek dari sumpit China karena cara makan orang Jepang yang cenderung mendekatkan mangkuk ke arah mulut, sehingga tidak dibutuhkan sumpit yang panjang. Satu pasang sumpit Jepang yang disebut hashi memiliki panjang rata-rata hanya 20 cm saja. Ujung hashi juga dibuat lebih runcing yang dipengaruhi oleh budaya masyarakat Jepang yang gemar mengkonsumsi ikan. Tak hanya itu, ujung sumpit yang runcing akan memudahkan orang Jepang untuk mengambil duri-duri lembut pada ikan.

Kayu dan plastik adalah bahan utama pembuatan sumpit di Jepang. Namun, sudah ada pula yang terbuat dari tulang, logam, bahkan gading (ini biasanya digunakan untuk acara khusus).

3. Sumpit Korea

Sumpit yang dalam bahasa Korea disebut dengan ‘jeotgarak’, yang dulunya terbuat dari logam mulia seperti emas, perunggu, dan perak. Namun semakin ke sini, sumpit Korea seringnya terbuat dari baja stainless. Karena sifat logam yang licin, sumpit Korea dibuat kasar pada bagian ujungnya. Perbedaan yang paling nyata adalah bahwa sumpit Korea lebih pendek dari sumpit Cina dan Jepang.

Awalnya, sumpit Korea terbuat dari perak murni dan hanya digunakan oleh raja karena sifat perak yang akan berubah warna jika makanan mengandung racun. Alasan lain mengapa Korea menggunakan logam sebagai bahan baku sumpit adalah karena mereka juga menggunakan sendok untuk makan nasi, sehingga mereka dapat menggunakan sumpit untuk mengambil makanan lain yang sulit diambil dengan sendok.

Selain China, Jepang, dan Korea, sebenarnya negara lain seperti Vietnam dan Myanmar juga menggunakan sumpit dalam kegiatan makan sehari-hari. Namun kedua negara tersebut menggunakan sumpit yang sama seperti karakteristik sumpit dari China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *