Operasi Plastik adalah Modal Para Pencari Kerja di Korea Selatan

Operasi Plastik adalah Modal Para Pencari Kerja di Korea Selatan. Siapa bilang yang operasi plastik hanyalah publik figur? Di Korea Selatan, meskipun kamu bukan perprofesi atau bahkan berkeingan menjadi publik figur, mau tidak mau kamu dituntut operasi plastik (pria dan wanita loh!).

Korea Selatan memiliki konsep terkenal dalam bahasa Korea “oemo jisang juui’ / (look-ism), sebuah perlakuan diskriminasi berdasarkan penampilan terjadi secara terang-terangan bahwa penampilan adalah segalanya. Dia yang cantik dan tampan sesuai standar sudah pasti diberi banyak kemudahan (termasuk mencari pekerjaan) meskipun memiliki skill yang baik yah.

Sama seperti di Indonesia, ketika kamu ingin melamar pekerjaan tentu kamu memerlukan CV bukan? Nah, di Korea Selatan ini CV wajib hukumnya menggunakan fotp. Kenapa? Karena dari foto, kandidat dapat dinilai. Los Angeles Time pernah mengungkapkan pemberitaan bahwa umumnya perusahaan besar di Korea Selatan lebih menyukai kandidat dengan mata cantik. Perlu kamu ketahui mata cantik standar Korea Selatan ialah yang memiliki kelopak mata ganda (seperti orang Indonesia contohnya). Sedangkan calon pegawai pemerintahan umumnya lebih disenangi jika memiliki hidung yang mancung.

Karena foto dinilai sebagai komponen penting, sampai banyak bermunculan fotografer dan tukang make up khusus buat yang sedang cari kerja loh di Korea Selatan. Beda halnya di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, menyertakan foto dalam CV merupakan praktik yang sudah lama ditinggalkan karena dianggap tidak adil. Bahkan di sebuah kota di Belanda, CV tidak perlu lagi mencantumkan nama untuk menjamin proses yang benar-benar adil.

Jasa fotografer khusus untuk membuat foto CV ada di mana-mana di Korea Selatan. Bukan cuma masalah editannya saja yang berbeda, biasanya di sana juga ada ahli make up sehingga fotonya sempurna. Foto-foto ini juga seringkali jauh berbeda dari orang aslinya, tapi ternyata itulah yang dibutuhkan untuk menarik perhatian perusahaan.

Sebenarnya selain keterampilan dari tukang foto atau penata wajah. operasi juga mau tidak mau diperlukan (untuk memaksimalkan hasil). Operasi plastik dipandang sebagai investasi masa depan terutama dalam soal mendapatkan pekerjaan. Hal ini bisa menjadi diskriminasi dan lunturnya rasa percaya diri bagi tiap individunya. Namun, saat ini sebuah reformasi undang-undang di Korea Selatan sedang diproses, di mana nantinya perusahaan yang memberikan syarat penampilan untuk melamar kerja akan dikenakan denda.

Seorang anggota Komite Nasional, Han Jeong-ae memperkenalkan sebuah rancangan undang-undang yang akan memberi denda kepada perusahaan yang meminta foto kepada pelamar kerja dan menyeleksi berdasarkan penampilan, kelahiran, status perkawinan, dan latar belakang keluarga. Rancangan undang-undang ini sempat lolos di tataran komite legislatif, tapi mendapat pertentangan keras dari Korea Employers Federation yang berargumen bahwa penampilan adalah hal penting di tempat kerja. Ada juga yang berpendapat meskipun permintaan foto dalam proses rekruitmen dikenai denda, diskriminasi ini akan tetap ada.

Faktanya, kemampuan yang dimiliki seseorang selalu bisa diasah dengan berbagai cara. Namun, jika standar yang diharapkan ialah hanya penampilan semata, tidak heran banyak anak muda di Korea Selatan yang rela operasi plastik. Miris ga sih?