Para Ayah di Swedia Punya Hak Cuti Berbayar, 3 Bulan dalam Setahun

Para Ayah di Swedia Punya Hak Cuti Berbayar, 3 Bulan dalam Setahun. Berapa sih jatah kamu cuti dalam setahun untuk yang sudah bekerja? Rata-rata perusahaan di Indonesia memberikan hak cuti 12 hari dalam setahun dan belum tentu juga bisa diuangkan jika tidak mau diambil kan? Namun, pernah terbayangkan ga kalau kamu mendapatkan cuti setahun sebanyak tiga bulan dan itu digaji juga lagi! Kamu bisa temui aturan semacam ini hanya di Swedia. Kalau selama ini cuti panjang hanya berlaku untuk ibu yang baru saja melahirkan, di Swedia ayah pun juga mendapatkan jatah cuti panjang setelah istrinya melahirkan.

Sampai tahun 1970-an dan 1980-an, masih ada stereotype budaya umum bahwa laki-laki adalah pencari nafkah dan perempuan adalah ibu rumah tangga. Anggapan inilah yang membuat wanita kehilangan kesempatan untuk bekerja sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan juga dinilai menghilangkan kedekatan sosok ayah terhadap anaknya.

Sistem cuti Swedia disebut-sebut sebagai salah satu yang paling dermawan di dunia. Kebijakan ini dinilai dapat membuat para ayah menghabiskan waktu lebih lama dengan anak-anaknya. Pada awal penerapannya tahun 1995, cuti melahirkan untuk ayah hanya satu bulan. Tahun 2002, cuti itu diperpanjang menjadi dua bulan.

Lalu kebijakan terbaru dengan memberikan tiga bulan jatah cuti ini diberlakukan tahun 2016 di negara Skandinavia ini. Bukan hanya jumlah cuti yang terbilang lama, namun para ayah tetap berhak mendapatkan bayaran upah / gaji selama 480 hari untuk setiap anak yang lahir. Cuti tiga bulan itu diberikan khusus untuk ayah, dan tak bisa dialihkan kepada ibu. Kewajiban cuti ini berlaku sampai anak berusia 8 tahun dengan tetap mendapatkan gaji 80% dari gaji utamanya.

Sebuah studi pemerintah Swedia menunjukkan bahwa untuk setiap bulan saat perawatan anak dilakukan oleh ayah, gaji tahunan ibu dapat meningkat hingga 7 persen. Hal ini dinilai mampu ,mempersempit kesenjangan upah gender dan membantu Swedia menjadi negara keempat yang memiliki kesetaraan gender paling baik di dunia.

Kalau kamu berpikir cuti panjang ini dapat menurunkan angka produktivitas mereka, itu tidak berlaku loh di Swedia. Karena faktanya, Swedia masih menduduki ranking pertama untuk tingkat produktivitasnya di dunia. Dr Leah Ruppanner, menjelaskan hal ini disebabkan karena tingkat stres akan berkurang, lebih bahagia, dan produktif untuk orang-orang yang punya lebih banyak waktu bersama keluarga. Jadi, kira-kira di Indonesia kapan yah diberlakukan sistem ini?