Penyakit Cotards: Merasa Seperti Orang Meninggal

Penyakit Cotards: Merasa Seperti Orang Meninggal. Tahukah kamu tentang zombie tau mayat hidup? Pernahkah terbayangkan olehmu kalau zombie bisa saja kamu temukan di dunia nyata? Mungkin tidak 100% zombie, melainkan manusia yang merasa diri mereka sudah meninggal. Sindrom atau penyakit Cotards merupakan salah satu penyakit yang dapat memberikan delusi si penderitanya esperti mayat hidup. Di mana ia merasa kalau sebenarnya dirinya sudah meninggal.

Sindrom Cotard atau yang dikenal juga dengan Walking Corpse Syndrome (WCS) merupakan salah satu kelainan neuropsikiatrik yang jarang terjadi. Orang dengan sindrom Cotard merasa bahwa ia sudah kehilangan darah atau organ internalnya serta bagian-bagian tubuh yang sudah membusuk, padahal sebenarnya orang tersebut tidak kehilangan apapun. Penyakit ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya, Jules Cotard, seorang neurologis asal Perancis.

Meskipun tidak diklasifikasikan di bawah Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental (DSM-V), tapi dalam Klasifikasi Internasional Penyakit, kondisi ini diakui sebagai ‘penyakit kesehatan manusia’.  Yayasan penyakit mental Mind menjelaskan, kondisi ini berhubungan dengan psikosis, depresi klinis, dan skizofrenia (sulitnya membedakan kehidupan nyata dan khayalan).

Selain penyakit mental, penyakit ini dapat terjadi ketika ada masalah dengan otak, seperti cedera pada kepala. Penyebabnya ternyata cukup serius, yaitu gangguan pada bagian otak, tepatnya di fusiform gyrus. Bagian otak ini biasanya bekerja untuk mengenali wajah-wajah. Amygdala, sebagai bagian otak yang memproses emosi, juga tercatat mengalami gangguan ketika seseorang terkena kelainan ini. Kombinasi gangguan antara kurang mengenali hal yang biasa bahkan wajahnya sendiri dan kurangnya sensitivitas emosi, menyebabkan seseorang terputus dari realita yang ada.

Pada 2013, seorang laki-laki Inggris bernama Graham diwawancarai oleh New Scientist. Dia didagnosis menderita sindrom cotard setelah meyakini bahwa otaknya mati. Dia percaya jika dia sudah membunuh otaknya setelah percobaan bunuh diri karena depresi berat.

Karena sindrom Cotard sangat langka, belum ada perawatan yang tepat untuk mengatasi penyakit aneh ini. Banyak psikiater telah mencoba terapi antipsikotik, tapi tampaknya tidak berhasil. Namun, ada empat kasus yang telah dibantu dengan menggunakan terapi elektrokonvulsif yakni terapi listrik dengan menggunakan elektroda yang dilekatkan pada bagian atas kepala dan dapat menyebabkan kejang. Terapi ini juga digunakan dalam kasus depresi yang sangat parah.

Untuk kamu yang mulai merasa seperti mayat hidup atau susah merasakan apapun, baik sakit, emosi positif ataupun negatif, jangan disepelekan. Segeralah istirahatkan fisik dan pikiranmu. Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa tubuhmu sudah hampir diambang batas kemampuannya. Sayangi tubuhmu dan juga jiwamu.