Ragam Kecantikan di Dunia

Ragam kecantikan di dunia. Seperti apa sih cantik menurutmu? Pasti kamu akan menjawab “relatif”. Namun, mayoritas khususnya di Indonesia pelabelan cantik untuk wanita ialah mereka yang bertubuh langsing, kulit bersih putih, mulus, dan sebagainya. Jangan berkecil hati buat kamu yang tidak memiliki kriteria tersebut. Beberapa suku di negara-negara luar Indonesia pun memiliki definisi cantiknya sendiri-sendiri loh. Berikut standard cantik yang ada:

Suku Karo, Ethiopia

Di Ethiopia, baik lelaki maupun perempuan suku Karo menggores tubuhnya untuk tujuan berbeda. Untuk lelaki, goresan di dada menunjukkan keberhasilan dalam perang. Sementara bagi perempuan, goresan di tubuh sepenuhnya untuk terlihat cantik.

Goresan tersebut dibuat dengan cara memahat tubuh menggunakan benda tajam seperti pisau atau pecahan kaca. Setelah itu, mereka mengoleskan kombinasi sari tumbuhan dan bahan berwarna gelap seperti arang atau bubuk mesiu ke atas luka pahatan.

Jadi, kriteria cantik di Suku Karo ya dengan memiliki banyak bekas luka. Mereka berpendapat bahwa luka tersebut dapat memuaskan pasangan. Semakin banyak luka, maka semakin menarik. Biasanya, luka seperti cakaran atau goresan tersebut di buat sejak mereka masih kanak-kanak.

Suku Mursi, Ethiopia

Masih dari Ethiopia, namun kali ini datang dari Suku Mursi. Bagi Suku Mursi, cantik itu ialah yang memiliki bibir lebar. Bibir ini didapat dengan memasukkan lempengan yang terbuat dari tanah liat ke dalam bibir atas atau bibir bawah mereka (kadang keduanya). Makin lebar piring masuk, makin cantiklah dia.

Mauritania, Afrika

Di salah satu negara di Afrika ini para wanitanya tidak perlu memikirkan yang namanya diet agar jadi langsing. Pasalnya, di sana justru ketika wanita memiliki lipatan lemak dan stretch marks adalah kecantikan ideal bagi perempuan di sana. Untuk mendapatkan standar kecantikan seperti itu, para gadis dipaksa mengonsumsi 16 ribu kalori per hari sejak kecil oleh orang tua mereka. Pasalnya, mereka mempercayai jika bertubuh besar akan lebih mudah mendapatkan jodoh ketika besar nanti.

Suku Fula, Afrika

Buat kamu yang memiliki dahi lebar tidak perlu takut jika kamu berada di Suku Fula. Pasalnya di daerah Afrika ini, wanita yang memiliki dahi lebar justru menjadi simbol kecantikan dan dipuja oleh banyak pria.

Suku Kayan, Myanmar

Perempuan dengan leher yang panjang dipandang cantik oleh penduduk suku Kayan di Myanmar. Dari kecil, para perempuan Suku Kayan biasa diregangkan lehernya dari waktu ke waktu menggunakan gelangan kuningan. Sebenarnya leher mereka bertambah panjang  disebabkan oleh bahu yang terdorong ke bawah akibat beratnya gelangan yang dipakaikan di leher.

Ritual tersebut mulai dilakukan sejak mereka berumur 5 tahun. Gelang leher tersebut terus di tambahkan seiring dengan pertumbuhan mereka. Bagi mereka leher yang panjang dengan gelang yang bersinar adalah tanda kedudukan dan keangunnan mereka. Berat gelang leher tersebut bisa mencapai 22 pounds atau sekitar 10,5 kilo.

Jepang

Negeri Matahari ini memiliki kriteria cantik yang juga tak kalah menarik. Bagi wanita Jepang, gigi gingsul atau taring yang mencuat keluar saat tersenyum merupakan gambaran wanita yang polos dan imut.

Trend ini disebut Yaeba atau gigi ganda yang dipercaya dapat membuat penampilan seorang wanita lebih muda dengan senyum yang tampak seperti deretan gigi anak-anak. Jadi, tidak heran jika di Jepang, para wanita berlomba memiliki yaeba yang banyak. Mereka yang ber-yaeba, dianggap jauh lebih manis ketika tersenyum. Kalau kamu terlahir dengan memiliki gigi gingsul di sana tentu bersyukur. Namun kalau tidak memiliki yaeba? Bukan Jepang namanya kalau tidak memiliki inovasi-inovasi. Pasalnya, praktek perubahan gigi untuk mendapatkan yaeba pun bisa dilakukan loh di sana.