Suriname, Markas Orang Jawa di Luar Indonesia

Suriname, Markas Orang Jawa di Luar Indonesia. Pernah mendengar kalau suku Jawa tidak hanya ada di Indonesia tapi juga di luar negeri? Ada salah satu negara di Amerika Selatan yang dimukimi banyak orang Jawa di sana. Negara bekas jajahan Belanda itu ialah Suriname. Buat kamu yang mungkin belum tahu tentang Suriname, berikut adalah beberapa faktanya:

– Orang Jawa yang dibawa ke Suriname pada jaman dahulu adalah kuli kontrak Belanda. Sebanyak 75 ribu orang Jawa dibawa ke Suriname sehingga banyak keturunan orang Suriname adalah keturunan orang Jawa.

– Suriname adalah negara terkecil di Amerika Selatan, baik dilihat dari segi ukuran geografis maupun penduduknya.

– Suriname merupakan satu-satunya negara di kawasan Amerika yang berbahasa resmi Belanda. Namun mereka juga memiliki bahasa daerah, seperti: Bahasa Sranantongo, Hindi, Bhojpuri, Inggris, Sarnami, Jawa, Hakka, Melayu, dll.

– Ibu kota Suriname adalah Paramaribo. Kota ini terletak di tepi Sungai Suriname dan memiliki populasi sekitar 250.000, yang menjadi kota terbesar di Suriname. Pusat bersejarah Paramaribo dianggap sebagai salah satu daerah budaya yang paling menarik di Amerika Selatan. Banyak bangunan dari masa kolonial abad XVII dan XVIII masih dapat dilihat disini. Arsitektur Belanda asli terlihat lebih kuat di gedung-gedung tua di negara ini. Inilah yang menyebabkan daerah tersebut ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

– Suriname berbatasan dengan Guyana Perancis di sebelah barat, Guyana di sebelah timur, Brazil di sebelah selatan, dan pantai Atlantik di sebelah utara.

– Suriname adalah negara yang beriklim tropis. Negara ini terletak di dekat garis khatulistiwa sehingga mempunyai iklim tropis yang panas dan lembab.

– Sejak tahun 2004, dollar Suriname telah menjadi mata uang Suriname, dengan kodenya yaitu SRD. Koin yang tersedia yaitu koin nominal 1, 5, 10, 25, 100, dan 250 sen, sedangkan uang kertas yang tersedia yaitu pada nominal 5, 10, 20, 50 dan 100 dolar.

 

– Orang Jawa dan jamu memang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Termasuk bagi orang Jawa Suriname yang mungkin rindu akan rasa beras kencur, puyang dan lain sebagainya ini. Ketika mereka mengimpor jamu dari Indonesia, hal tersebut mungkin sebagai ungkapan betapa rindunya orang-orang Suriname dengan atribut ke-Jawa-an tersebut. Jamu buatan orang-orang Wonosobo berhasil terjual cukup laris di negara Amerika Tengah itu. Jamu yang dibuat oleh kelompok wanita tani itu ternyata begitu diminati. Bahkan pernah juga diundang pemerintah Suriname untuk diikutkan dalam sebuah fair.

– Industri bauksit mendominasi perekonomian negara ini dengan kontribusinya sebesar 15% pada PDB dan 70% pada pendapatan ekspor. Perkiraan PDB di negara ini yaitu sebesar 4.794.000.000 dolar. Selain bauksit komoditi beras, pisang, dan udang juga merupakan komoditi ekspor utama negara ini. Perekonomian negara sangat tergantung pada perdagangan. Mitra utama perdagangan yaitu dengan Belanda, Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Karibia.

– Kelompok etnis terbesar di Suriname saat ini adalah Hindustani, yang merupakan imigran dari India utara yang bermigrasi pada abad ke-19. Jumlah Hindustani sebanyak 37% dari populasi, etnis kedua terbesar di negara ini yaitu masyarakat Creole (31%), kemudian Jawa (15%), Maroon (10%), dan Amerindian (2%).