Tertawa Berlebihan Berpotensi Kematian

Tertawa berlebihan berpotensi kematian. Bagi kamu yang sering mendengar istilah “tertawa itu tanda bahagia”, mungkin kamu perlu tahu kalau tertawa pun bisa menyebabkan kamu kehilangan nyawamu. Yup! Ketika kamu berlebihan tertawa, sangat memungkinkan kamu tidak lagi bisa bernapas.

Kamu mungkin seringkali menertawakan sesuatu yang menurutmu sangat lucu sampai sulit dihentikan. Namun kamu harus berhati-hati saat melakukannya. Ketika kamu tertawa, otakmu akan melepas hormon kimia adrenalin yang jika terlalu banyak justru dapat meracuni jantung. Kondisi emosi yang begitu kuat, entah emosi yang negatif maupun positif, akibatnya akan membahayakan kesehatan jantungmu. Untuk kasus tertawa berlebihan, ini bisa menyebabkan detak irama pada jantungmu menjadi abnormal, yang mana hal tersebut dapat mematikan.

Dr. Martin Samuels selaku profesor bidang neurologi, di Harvard Medical School mengatakan efek dari perasaan yang sangat ekstrem, entah itu sedih lalu menangis dan bahagia lalu tertawa, pada dasarnya bisa mengaktifkan bagian otak yang dapat berpengaruh kepada pernapasan dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Kematian ini biasanya disebabkan oleh sesak nafas atau gagal jantung. Dalam beberapa kasus, korban telah tertawa sepanjang malam, dan akhirnya meninggal entah pada saat itu atau bahkan pada hari berikutnya.

Kalau kamu masih beranggapan mitos, faktanya sudah ada korban akibat tertawa berlebihan loh. Pada abad ketiga Sebelum Masehi, kegembiraan yang berakibat fatal pernah terjadi pada Chrysippus, seorang filsuf Yunani yang harus meregang nyawa setelah tertawa terpingkal-pingkal. Ia tertawa saat melihat keledainya yang mabuk setelah diberi minum wine. Namun akibatnya fatal, akibat tertawa berlebihan itu sang filsuf meninggal.

 

Namun, dari hal-hal negative di atas, sebenarnya tertawa juga memiliki manfaat baik jika kita tidak berlebihan. Contohnya ialah seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan aliran darah dan asupan oksigen, hingga membantu mengontrol gula darah. Intinya, karena hal yang berlebihan itu tidak baik, selama kita tertawa dalam porsi yang wajar justru sah-sah saja kok.Selain itu, pada 24 Maret 1975 Alex Mitchell mati tertawa saat menonton tayangan TV komedi The Goodies. Pada episode itu, muncul karakter yang berdandan khas orang Skotlandia dan bermain kungfu. Setelah 25 menit tertawa, Alex berhenti tertawa, kemudian merosot di sofa terkena serangan jantung. Istrinya yang mengetahui hal tersebut, mengirimkan surat pada Goodies karena telah membuat suaminya mati dalam kebahagiaan.

 

Kamu yang menderita asma pun harus lebih berhati-hati ketika tertawa. Bagi penderita asma, tertawa dapat memicu serangan asma yang akan menyebabkan pingsan. Selain itu, efek tertawa berlebihan bahkan dapat menyebabkan pneumotoraks, yaitu penimbunan udara pada dinding pleura yang dapat memicu pengempisan paru-paru. Kamu mungkin akan collapse atau pingsan di tempat.

 

Bukan hanya itu saja, ketika tertawamu berlebihan pun kamu bisa saja loh terkena penyakit hernia. Selama tertawa, perutmu akan menimbulkan kontraksi otot dan akan menyebabkan tekanan pada dinding perut lebih kuat. Akibatnya, usus juga akan berpengaruh tertekan dan menonjol pada bagian bawah perut.  Hal tersebutlah yang dinamakan hernia. Meskipun banyak orang yang masih bisa hidup baik-baik saja bersama penyakit hernia, tapi efek selanjutnya ya kamu akan sulit tertawa. Karena pada saat tertawa, kemungkinan komplikasi akan terjadi dan fatalnya, dapat mengakibatkan kematian akibat kurangnya pasokan darah ke usus.