Transportasi Online di Dunia

Transportasi Online di Dunia. Transportasi online sudah bukan barang baru lagi bagi masyarakat saat ini termasuk di Indonesia. Kemunculannya mulai banyak dengan beraneka ragam jenis dan tawaran dari satu merek ke merek lainnya. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan para penggunanya di Indonesia. Kalau mungkin di Indonesia transportasi online ialah salah satu pilihan baru, lain halnya di luar negeri yang sudah lebih dulu mengenal pilihan berkendara ini.

Pusat Kajian Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia menemukan fakta bahwa perempuan di Indonesia diketahui menjadi pemesan terbanyak dari transportasi online ini. Kemunculan transportasi online ini menjadi salah satu alternatif yang patut diberikan apresiasi. Pasalnya karena kebutuhan tinggi, pengemudi pun banyak berdatangan dan ini membantu juga dalam terbukanya lapangan kerja baru di Indonesia.  Hal ini tentu positif, meskipun tetap saja ketika ada pro tentu ada kontra. Salah satu penolakan tentu datang dari kendaraan konvensional (ojek, angkot, bis, bahkan taksi biasa).

Namun pertikaian ini tidaklah membuat transportasi online menjadi mati di pasaran. Justru banyak yang melebarkan sayapnya tidak hanya di ibukota melainkan juga di daerah-daerah lainnya di luar pulau Jawa. Hanya saja memang belum semuanya di Indonesia dapat mengikuti perkembangan zaman ini. Lain halnya dengan di luar negeri yang sudah menerapkan pilihan berkendara transportasi online terlebih dahulu. Beberapa negara yang sudah menerapkan pilihan berkendara dengan transportasi online ini ialah:

1. Inggris

Agar setiap mobil mendapat label sebagai ‘Taxi’, proses yang ditempuh tidak mudah. Inggris menyebutnya layanan semacam Uber dengan Private Hire Vehicle atau mobil pribadi yang digunakan sebagai angkutan.

Peraturan baru mengenai kendaraan umum terbit pada September 2016. Lewat Transportation for London, pemerintah memberlakukan standar untuk para pengemudi yang terdaftar di sistem Uber. Semua sopir wajib memiliki lisensi, memiliki kecakapan bahasa Inggris, dan melaporkan secara rutin tentang seluruh aktivitas bisnisnya.

Uber di Inggris juga tidak akan memiliki cerita sebagai moda transportasi murah seperti di tempat lain. Uber terikat pada aturan mengenai upah minimum yang tercantum pada National Minimum Wage Regulation 45. Saat ini sedang berlangsung pembahasan untuk mengikat Uber sebagai wajib pajak.

2. Jerman

Jerman merupakan salah satu negara selain Perancis, Italia, dan Belgia yang sempat melarang keberadaan Uber. Pada 2 September 2014. perusahaan penyedia taksi dari Jerman bernama Taxi Deutschland Servicegesellschaft, memperkarakan Uber ke jalur  hukum karena melanggar standar operasional yang  harus dimiliki sebuah perusahaan.

Perusahaan tersebut mengklaim bahwa Uber sedang menjalankan praktik ilegal karena tidak menerapkan perlindungan yang layak kepada pengendara, ketiadaan asuransi, dan tidak menjalani pemeriksaan.

Tuntutan perusahaan taksi tersebut berhasil dimenangkan oleh pengadilan. Otoritas transportasi Jerman kemudian melakukan penutupan sementara terhadap operasional Uber di Jerman pada 2 September 2014. Uber didakwa melanggar Passenger Transportation Act sebagai prosedur tetap dalam memberikan layanan transportasi di Jerman.

3. Singapura

Setelah sempat empat tahun taksi online menjalankan operasional, per 7 Februari 2017 Pemerintah Singapura memberlakukan kewajiban terhadap taksi online. Kewajiban perusahaan dan pengendara yang bernaung di bawah taksi online seperti Grab dan Uber harus mematuhi Peraturan Transportasi Singapura yaitu Road Traffic Act.

Menurut Parlemen Singapura, peraturan tersebut dibuat untuk memastikan para penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi dapat menjalankan pelayanan terstandar. Pengendara harus mendaftarkan diri dan menempuh tahapan standarisasi. Jika tidak mematuhi mekanisme peraturan ini akan dikenai sanksi 10 ribu dolar Singapura.

4. Malaysia

Pada 16 Agustus 2016, Otoritas angkutan Malaysia (SPAD) memulai proses amandemen peraturan angkutan darat guna mereformasi industri taksi di Malaysia. Aturan baru tersebut juga mencakup layanan transportasi online seperti Grab dan Uber.

Grab sendiri yang mengawali sepak terjang bisnisnya di Malaysia tidak luput dari aturan tersebut. Bersama Uber, seluruh angkutan transportasi baik itu berbasis aplikasi ataupun konvensional akan memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Melalui amandemen ini, setiap pengemudi taksi online wajib memiliki lisensi. Hal ini diterapkan untuk meminimalisir risiko keamanan yang akan muncul akibat taksi tak berizin.

5. Amerika Serikat

Di negara tempat kantor Uber berada, beberapa negara bagian menolak kehadiran Uber. Perusahaan tersebut dianggap melakukan layanan yang tidak aman karena menerapkan kebijakan perusahaan yang longgar.

Dilansir CNBC, 64 kota dan 39 negara bagian di AS telah memberlakukan peraturan mengenai perusahaan taksi online. Peraturan tersebut mengharuskan agar masing-masing pengemudi yang terdaftar di perusahaan taksi online untuk memiliki lisensi yang sesuai dengan standar keamanan.

6. Filipina

Filipina adalah negara pertama yang secara legal membebaskan Uber dan perusahaan serupa untuk beroperasi di wilayahnya. Pada tahun 12 Mei 2015, Pemerintah Kota Manila menelurkan kebijakan yang mengakui Uber sebagai transportasi umum. Transportasi berbasis aplikasi dianggap cukup membantu mengurai kemacetan di kota paling macet kedua di Asia Tenggara setelah Jakarta.

Pemerintah Manila menerapkan lisensi untuk setiap pengemudi dan kendaraan yang terdaftar di sistem Uber dan Grabcar. Armada taksi online harus dilengkap dengan GPS. Usia kendaraan juga tidak boleh melebihi 7 tahun. Seluruh pengemudi harus memiliki lisensi yang diterbitkan oleh otoritas transportasi Filipina.

7. Jepang

Uber berhasil menandatangani kerja sama dengan Toyota guna menopang ekspansi bisnis mereka di seluruh dunia. Namun demikian, Uber menghadapi kendala ketika masuk ke Jepang pada pertengahan tahun 2016.

Jepang memberlakukan aturan ketat mengenai transportasi darat. Kendaraan pribadi dilarang keras menjalankan aktivitas komersil tanpa melakukan pendaftaran ke otoritas setempat. Kendaraan pribadi harus menggunakan plat nomor berwarna putih (Shiro Taku).

8. Indonesia

Lain halnya di luar negeri, lain pula di Indonesia. Di Indonesia sendiri saat ini kita sudah memiliki lebih dari 5 jenis perusahaan yang bisnisnya ialah transportasi online. Sebagian orang mungkin hanya mengenal beberapa jenis / merek. Namun berikut beberapa jenis lain yang mungkin belum tentu juga kamu ketahui keberadaannya.

  • Uber
    Uber merupakan jasa layanan transportasi online yang berpusat di San Fransisco, Amerika Serikat dan berdiri tahun 2009. Perusahaan Uber mempunyai aplikasi yang berisi layanan transportasi. Uber hadir di 59 negara. Di Indonesia, Uber ada di Jakarta, Bandung, dan Bali. Segmen pasar perusahaan ini sangat prospektif, di mana sentranya adalah kota-kota besar dan pariwisata.

  • Go-Jek
    Indonesia mempunyai perusahaan jasa transportasi ojek online bernama Go-Jek. PT Go-Jek Indonesia didirikan tahun 2010 di Jakarta. Selain layanan transportasi ojek, Go-Jek menyediakan jasa antar makanan dan minuman serta kurir. Penerapan tarif di Go-Jek berbasis kilometer dengan harga terjangkau. Jaringan Go-Jek terdapat di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Layanan Go-Jek dapat diperoleh melalui aplikasi.

  • Grab
    Perusahaan transportasi berbasis online selanjutnya adalah Grabtaxi dari Malaysia. Dalam kegiatan operasionalnya, Grabtaxi merekrut beberapa mitra sopir di Jakarta. Secara keseluruhan, Grabtaxi hadir di enam negara kawasan Asia Tenggara, meliputi Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Jaringan grabtaxi memasuki Indonesia pada Juni 2014 di kota Jakarta, Surabaya, dan Padang. Aplikasi Grabtaxi dapat diunduh di pusat layanan aplikasi Play Store, iOS, dan Windows.

  • Blue-Jek
    Aplikasi Blue-Jek resmi digulirkan di Jakarta pada 17 September 2015. Blue-Jek adalah perusahaan transportasi berbasis online dengan empat layanan, yaitu Blu-Rider, Blue-Pick Blu-Shop, dan Blu-Menu, yang bisa diakses melalui call center dan aplikasi samrtphone, baik Android maupun iOS.

  • My Blue Bird
    My Blue Bird merupakan jasa transportasi taksi online yang dapat diperoleh melalui aplikasi. Terdapat layanan pre-booking yang merupakan kelebihan My Blue Bird dibandingkan lainnya. Perusahaan ini menerapkan tarif argo.