Universitas Pertama di Dunia yang Buka Pusat Studi Ninja

Universitas Pertama di Dunia yang Buka Pusat Studi Ninja. Universitas bernama Mie University of Japan akan membuka pusat studi Ninja. Kalau mungkin selama ini kamu suka dengan karakter fiksi Naruto baik itu manga maupun animenya, kamu mungkin bisa mempelajari bagaimana menjadi ninja di salah satu kampus di Jepang ini.

Universitas Mie ini dianggap sebagai kampung halaman ninja di daerah perfektur Mie, Jepang. Tujuan utama didirikan pusat penelitian ninja ialah untuk mengajarkan cara-cara hidup para ninja untuk masyarakat modern yang mungkin tidak mempercayai keberadaan ninja sebagai warisan budaya Jepang.

Otoritas Jepang telah menyetujui rencana pembukaan pusat studi itu. Mengingat Jepang sedang gencar mempromosikan pariwisata jelang pesta Olimpiade 2020 mendatang. Seorang Profesor di Mie University, Yuji Yamada mengatakan, pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah yang dianggap sebagai rumah para master ninja. Ia akan menggabungkan bukti-bukti ninja dan menjadikannya database.

Berkolaborasi dengan peneliti sains untuk dapat menerapkan pola hidup ninja ke masyarakat modern, hal ini dapat memberikan bukti akan beberapa hal secara ilmiah. Seperti salah satu contoh ialah ritual membakar dupa yang dilakukan ninja sebelum pergi ke luar rumah yang disebut sebagai penangkal hal jahat. Ternyata, wewangian dupa mampu meningkat konsentrasi ninja sehingga terhindar dari cidera. Wewangian tersebut mungkin bisa diteliti dan diterapkan di masa sekarang juga.

Rencana pembangunan fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar ninja tersebut mulai akan dilakukan di bulan Juli 2017. Fasilitas itu akan dibangun di Iga, sebuah kota di 350 kilometer barat daya Tokyo yang dikelilingi gunung yang dulunya merupakan tempat bernaung banyak ninja. Teringat lagu Ninja Hatori? “mendaki gunung, lewati lembah..”

Untuk kamu yang tidak bisa berbahasa Jepang, tenang saja jika ingin mempelajari hasil riset dari pusat studi ninja ini. Yamada mengatakan bahwa hasil riset tidak hanya diterbitkan dalam bahasa Jepang, namun juga bahasa Inggris.

Di tengah melejitnya popularitas ninja, selain rencana pembentukan pusat studi ninja sendiri ternyata ada beberapa kegiatan yang dilakukan guna melestarikan ninja tersebut. Seperti pada 2015, para gubernur dan wali kota dari prefektur di seluruh Jepang mengganti pakaian mereka dengan kostum ninja untuk mengumumkan peluncuran “dewan ninja”. Perfektur Aichi mulai tahun 2016 mempekerjakan ninja (termasuk orang asing) untuk mempromosikan pariwisata di area yang dikenal dengan kastil bersejarah Nagoya.

Bukan cuma terkenal dengan teknologinya yang hebat, Jepang juga dikenal dengan rasa cintanya yang besar akan nilai-nilai tradisi dan budaya di negerinya sendiri. Indonesia sudah ada belum yah pusat studi pencak silat misalnya?